Virtual Police Sudah Kirim Peringatan ke 21 Akun Media Sosial

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mabes Polri. tmcpolri.info

    Mabes Polri. tmcpolri.info

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI telah mengirimkan peringatan terhadap 21 akun media sosial. Peringatan yang dilakukan oleh virtual police (polisi virtual) dilakukan terhadap akun media sosial yang diduga menyebarkan informasi suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA).

    "Hingga 25 Februari 2021, tercatat sudah 21 akun. Paling banyak di Twitter," ucap Direktur Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Slamet Uliandi saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan pada Senin, 1 Maret 2021.

    Sebelumnya Polri sudah menjelaskan cara kerja polisi virtual. Pada tahap awal ketika ada unggahan konten yang dinilai mengandung SARA, maka anggota yang menjadi petugas polisi virtual langsung melaporkan ke atasan. Lalu unggahan atau cuitan tersebut diserahkan kepada sejumlah ahli, seperti ahli bahasa, ahli pidana, dan ahli UU ITE untuk dimintakan pendapat.

    Nantinya, jika unggahan atau cuitan memiliki potensi memiliki tindak pidana, unggahan itu akan dilaporkan ke Direktorat Tindak Pidana Siber. Setelah pejabat setuju, maka virtual police akan mengirimkan peringatan kepada pemilik akun.

    Baca juga: SAFEnet: Virtual Police Tingkatkan Kekhawatiran Penggunaan Medsos

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto