Tim Kajian UU ITE Undang Bintang Emon Hingga Baiq Nuril untuk Minta Masukan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Video Bintang Emon ini bukan yang pertama kali viral di media sosial, sebelumnya, Bintang Emon juga pernah membuat video sosial untuk mengingatkan pada masyarakat agar menerapkan sejumlah protokol dalam mencegah virus Corona. Foto/instagram/bintangemon

    Video Bintang Emon ini bukan yang pertama kali viral di media sosial, sebelumnya, Bintang Emon juga pernah membuat video sosial untuk mengingatkan pada masyarakat agar menerapkan sejumlah protokol dalam mencegah virus Corona. Foto/instagram/bintangemon

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim kajian Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), mulai meminta masukan sejumlah narasumber, sejak hari ini, Senin, 1 Maret 2021. Untuk kesempatan pertama hari ini, tim akan menghadirkan beberapa warga masyarakat yang pernah dilaporkan atau pihak terlapor.

    Beberapa di antaranya adalah Baiq Nuril, Saiful Mahdi, Dandhy Dwi Laksono, dan Ahmad Dhani Prasetyo. Selain itu, akan hadir pula Bintang Emon, Singky Soewadi, dan Diananta Putra Sumedi.

    "Hari ini sesuai jadwal yang telah disepakati oleh tim, kami akan mengundang beberapa narasumber yang berasal dari latar belakang yang beragam. Mereka adalah orang-orang yang pernah memiliki pengalaman sebagai terlapor maupun sebagai pelapor di kasus yang terkait dengan U ITE," ujar Ketua Tim Kajian Sugeng Purnomo, dalam keterangan tertulis, Senin, 1 Maret 2021.

    Sementara dari kalangan pelapor akan hadir Muannas Al Aidid dan Ade Armando. Latar belakang mereka beragam, dari publik figur, dosen, hingga jurnalis. Menurut Sugeng, pertemuan perdana dengan para narasumber ini dilakukan secara virtual, dan terbagi menjadi dua sesi pertemuan.

    "Di sesi pertama hari ini, narasumber yang diundang melalui saluran virtual antara lain Baiq Nuril, Bintang Emon, Dandhy Dwi Laksono dan beberapa yang lain, 8-9 orang. Karena jumlah terlapor dan pelapor cukup banyak, maka akan dilanjut dengan sesi kedua Selasa besok," kata Sugeng.

    Sugeng mengatakan masukan dan pandangan yang diberikan oleh narasumber nantinya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi tim. Baik untuk sub tim 1 yang akan menghasilkan panduan, maupun bagi sub tim 2 yang akan mengkaji kemungkinan revisi UU ITE.

    Selain melibatkan beberapa narasumber dari berbagai klaster seperti pelapor dan terlapor UU ITE, Sugeng mengatakan tim juga melibatkan aktivis/praktisi/masyarakat sipil, akademisi, hingga pers. Selain itu, tim juga membuka Hotline bagi masyarakat yang ingin memberi masukan.

    Baca juga: Jokowi Minta Revisi UU ITE, Ini Respon Anak Buahnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.