Bacakan Duplik, Kuasa Hukum Prasetijo Utomo Minta Kliennya Dibebaskan

Terdakwa kasus dugaan suap penghapusan red notice Joko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo menjadi saksi saat sidang lanjutan Djoko Tjandra di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020. TEMPO/Muhammad HIdayat

TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo, Rolas Sijintak, meminta majelis hakim membebaskan kliennya dari perkara dugaan suap penghapusan red notice Djoko Tjandra.  Permintaan itu dibacakan dalam sidang dengan agenda pembacaan duplik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Senin, 1 Maret 2021.

"Kami tim PH terdakwa tetap pada nota pembelaan dan memohon majelis hakim menerima seluruh pledoi serta menyatakan terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi, menerima JC (justice collaborator), dan memperbaiki harkat martabat terdakwa," ucap Rolas. 

Rolas mengatakan, terbongkarnya suap Djoko Tjandra yang menyeret Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte, berawal dari kejujuran kliennyan yang mengembalikan US$ 20 ribu saat menjalani pemeriksaan di Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.  "Dengan adanya pengembalian uang Brigjen Pras, baru lah dibuat laporan polisi," ujar Rolas. 

Baca: Prasetijo Utomo Dituntut 2 Tahun Penjara

Selain itu, Rolas mengatakan Prasetijo tidak memiliki keterkaitan dengan kepengurusan interpol red notice. Ia menyebut kliennya tidak mempunyai peran aktif dalam seluruh kasus ini. 

Sebab, kata Rolas, Prasetijo saat itu mengemban jabatan sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil, di mana jabatan itu tidak memiliki wewenang untuk mengurus red notice. "Terdakwa hanya sebatas kenalkan saksi TS (Tommy Sumardi) ke Irjen Napoleon," kata Rolas. 

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut Prasetijo Utomo pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 100 juta dengan subsider 6 bulan kurungan. 

Jaksa menyatakan Prasetijo diduga menerima uang US$ 100 ribu. Uang tersebut sebagai imbalan lantaran sudah membantu mengurus status buron atau red notice Djoko Tjandra. Ia juga berperan mengenalkan Tommy Sumardi kepada Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte yang saat itu menjabat sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri.

Atas perbuatannya, Prasetijo Utomo dikenakan Pasal 5 ayat 2 Jo Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan/atau Pasal 11 atau Pasal 12 huruf a atau b UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP






KPK Sebut Buron Kasus E-KTP Gagal Ditangkap Gara-gara Status Red Notice

10 hari lalu

KPK Sebut Buron Kasus E-KTP Gagal Ditangkap Gara-gara Status Red Notice

Buron kasus e-KTP Paulus Tannos bisa berpindah tempat dari Thailand sebelum dicokok oleh aparat penegak hukum.


Hendra Kurniawan Tunjuk Ari Cahya Amankan CCTV Duren Tiga karena Pernah Tangani CCTV Kasus Djoko Tjandra

30 hari lalu

Hendra Kurniawan Tunjuk Ari Cahya Amankan CCTV Duren Tiga karena Pernah Tangani CCTV Kasus Djoko Tjandra

Hendra Kurniawan mengungkap alasan kenapa awalnya meminta Ari Cahya untuk memeriksa dan mengamankan CCTV dalam kasus kematian Brigadir Yosua


PPATK Koordinasi dengan Bareskrim Telusuri Rekening Anak Bos Wanaartha Life Berisi Rp 1,4 Triliun

52 hari lalu

PPATK Koordinasi dengan Bareskrim Telusuri Rekening Anak Bos Wanaartha Life Berisi Rp 1,4 Triliun

PPATK terus berkoordinasi dengan Bareskrim Polri dalam menelusuri jejak rekening milik anak bos Wanaartha Life yang diduga berisi dana Rp 1,4 triliun.


Kantor Perusahaan Robot Trading Net89 Disita Polisi

6 Desember 2022

Kantor Perusahaan Robot Trading Net89 Disita Polisi

Kantor perusahaan robot trading Net89 disita polisi karena kasus penipuan.


Mantan Jaksa Pinangki Bebas Bersyarat, Apa Ketentuannya?

7 September 2022

Mantan Jaksa Pinangki Bebas Bersyarat, Apa Ketentuannya?

Eks jaksa Pinangki terbukti terima suap Djoko Tjandra divonis 10 tahun, lalu Pengadilan Tinggi Jakarta memangkas menjadi 4 tahun, kini bebas bersyarat


Bebas Bersyarat, Begini Kilas Balik Kasus yang Menjerat Jaksa Pinangki

7 September 2022

Bebas Bersyarat, Begini Kilas Balik Kasus yang Menjerat Jaksa Pinangki

Jaksa Pinangki, yang baru saja bebas bersyarat, merupakan mantan jaksa yang terseret dalam kasus korupsi dan pencucian uang.


Mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari Bebas Bersyarat

6 September 2022

Mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari Bebas Bersyarat

Pinangki Sirna Malasari dipenjara karena terbukti menerima suap US$ 500 ribu dari konglomerat Djoko Tjandra.


HUT ke-71 Djoko Tjandra dalam Bui, Dijerat Kasus Korupsi Bank Bali hingga Surat Jalan Palsu

27 Agustus 2022

HUT ke-71 Djoko Tjandra dalam Bui, Dijerat Kasus Korupsi Bank Bali hingga Surat Jalan Palsu

Hari ini 27 Agustus Djoko Tjandra berusia 71 tahun. Ia terlilit kasus korupsi Bank Bali hingga surat jalan palsu yang menyeret 2 perwira tinggi polisi


4 Perwira Tinggi Polri Ini Dipecat dan Dicopot dari Jabatannya, Siapa Lagi Selain Ferdy Sambo?

27 Agustus 2022

4 Perwira Tinggi Polri Ini Dipecat dan Dicopot dari Jabatannya, Siapa Lagi Selain Ferdy Sambo?

Terdapat beberapa kasus pelanggaran etik oleh perwira tInggi Polri berakhir pencopotan jabatan, bahkan dipecat. Selain Ferdy Sambo siapa lagi?


Ferdy Sambo dan Kasus Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra, Bui Brigjen Prasetyo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte

13 Agustus 2022

Ferdy Sambo dan Kasus Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra, Bui Brigjen Prasetyo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte

Irjen Ferdy Sambo tersangka kematian Brigadir J terlibat penyelidikan kasus penerbitan surat jalan palsu Djoko Tjandra. Dua perwira Polri dihukum.