Satgas Covid-19 Turunkan 7 Tim Supervisi PPKM ke Sejumlah Desa di Jawa - Bali

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beraktivitas di wilayah zona merah Covid-19 di kawasan Paseban, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021. PPKM berbasis mikro sudah mulai diterapkan pada Selasa (9/2) lalu. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Warga beraktivitas di wilayah zona merah Covid-19 di kawasan Paseban, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021. PPKM berbasis mikro sudah mulai diterapkan pada Selasa (9/2) lalu. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Satgas Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo menurunkan tujuh tim supervisi dan asistensi untuk mengecek pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Pulau Jawa-Bali.

    Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K Ginting mengatakan, ketujuh tim tersebut bertugas memperkuat posko desa dan puskesmas dalam melaksanakan testing, tracing, dan treatment atau 3T, mengawasi gerakan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker), serta memperkuat zona isolasi.

    Alex mengatakan tim supervisi ini akan turun ke desa-desa di tujuh Provinsi Jawa dan Bali, berangkat mulai besok.

    "Kami mau melihat bagaimana sebenarnya masalah di pedesaan. Kami nanti akan mencari model apa yang cocok di Banten, misalnya. Lalu, model apa yang cocok di Yogyakarta, juga di Bali. Dengan demikian, PPKM skala mikro ini bisa menjadi role model untuk diterapkan di provinsi-provinsi lain di luar Jawa dan Bali,” kata Alex.

    Menurut Alex, sejauh ini kurva Covid-19 dinilai sudah melandai sejak pemberlakuan PPKM dan PPKM skala mikro. Kendati demikian, angka kematian dan angka positif masih tinggi. "Untuk itu, perlu 3T ini benar-benar diimplementasikan di desa.
    Kemudian, bagaimana isolasi dan karantina ini bisa diterapkan Secara optimal," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto