Polri Sebut 12 Terduga Teroris di Jawa Timur Jaringan Jamaah Islamiyah

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim gabungan Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Brimob Polda Sulsel menggiring tersangka teroris saat akan diberangkatkan ke Jakarta di Bandara lama Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis, 4 Februari 2021. Kelompok ini diduga berencana melakukan kegiatan bom bunuh diri. ANTARA/Abriawan Abhe

    Tim gabungan Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Brimob Polda Sulsel menggiring tersangka teroris saat akan diberangkatkan ke Jakarta di Bandara lama Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis, 4 Februari 2021. Kelompok ini diduga berencana melakukan kegiatan bom bunuh diri. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono menyebut 12 orang terduga teroris yang ditangkap di Jawa Timur tergabung dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI). 

    "Mereka jaringan JI (Jamaah Islamiyah)," ucap Argo melalui pesan singkat pada Sabtu, 28 Februari 2021. Ia mengatakan belasan terduga teroris itu masih menjalani pemeriksaan. 

    Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri meringkus sejumlah terduga teroris di beberapa wilayah di Jawa Timur. 

    "Ya benar. Ada penangkapan terhadap beberapa terduga teroris di Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Malang," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Gatot Repli saat dikonfirmasi pada Jumat, 26 Februari 2021.

    Gatot mengatakan para terduga teroris itu dalam pemeriksaan insentif oleh Tim Densus 88. "Masih dalam pengembangan dan pemeriksaan," ucap Gatot.

    Baca juga: Polri: Jamaah Islamiyah Incar Anak Pesantren Rangking 10 Besar

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.