Kemenkes Pastikan Semua Guru Dapat Vaksinasi Covid-19, Termasuk Honorer

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang atlet memeluk pendampingnya saat disuntik vaksin Covid-19 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Februari 2021. Penyuntikan vaksin Covid-19 hari ini diikuti 808 peserta yang terdiri dari atlet, pelatih, dan tenaga pendukung yang berasal dari 40 organisasi (39 induk organisasi cabang olahraga dan 1 National Paralympic Committee). TEMPO/Muhammad Hidayat

    Seorang atlet memeluk pendampingnya saat disuntik vaksin Covid-19 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Februari 2021. Penyuntikan vaksin Covid-19 hari ini diikuti 808 peserta yang terdiri dari atlet, pelatih, dan tenaga pendukung yang berasal dari 40 organisasi (39 induk organisasi cabang olahraga dan 1 National Paralympic Committee). TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Kesehatan untuk Vaksinasi, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa guru PNS maupun honorer masuk ke dalam prioritas vaksinasi tahap kedua.

    "Seluruh guru dan petugas penunjang di sekolah harus dapat vaksin. Jadi yang akan dapat baik guru honorer maupun ASN," kata Nadia dalam diskusi Vaksinasi Tahap 2, Jumat, 26 Februari 2021.

    Nadia mengatakan, jika semua guru mendapatkan vaksin Covid-19, akan ada tiga keuntungan yang didapat. Pertama, memberikan proteksi spesifik untuk guru yang menerima vaksin. Kedua, semakin banyak guru yang divaksin akan menciptakan kekebalan pada kelompok guru. Ketiga, perlindungan proteksi pada kelompok yang tidak bisa mendapat vaksin saat ini.

    Kelompok yang tidak bisa mendapatkan vaksin Covid-19 adalah para pelajar yang berusia di bawah 18 tahun. "Sehingga untuk melindungi anak-anak kita, tentu guru harus mendapat vaksin," kata dia.

    Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Yaswardi mengatakan vaksinasi ini ditujukan kepada seluruh jenjang pendidikan di satuan pendidikan, baik negeri atau swasta, serta formal maupun nonformal, dan pendidikan keagamaan.

    Vaksinasi diberikan bertahap mulai dari tenaga kependidikan PAUD/RA/sederajat, SD/MI/sederajat, dan sekolah luar biasa. Kemudian pendidik dan tenaga kependidikan pada jenjang SMP/MTs/sederajat, SMA/MA/sederajat, dan SMK. Tahap terakhir, vaksin diberikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan jenjang pendidikan tinggi atau sederajat.

    Menurut Yaswardi, Kemendikbud dan Kemenag telah menyiapkan data pendidik dan tenaga kependidikan yang menjadi basis pemberian vaksin. "Jadwal dan lokasi vaksinasi akan diinformasikan oleh dinas kesehatan, dinas pendidikan, kantor wilayah Kemenag di daerah," ujarnya.

    Pendidik dan tenaga kependidikan yang terdaftar cukup membawa identitas diri ke lokasi vaksinasi yang ditentukan pemerintah daerah. Adapun bagi yang tidak terdaftar dapat menyiapkan surat pernyataan dari pimpinan satuan pendidikan dan membawa surat tersebut ke lokasi vaksinasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.