Anggota Keluarga Ikut Vaksinasi Covid-19, DPR Bantah Diistimewakan

Anggota DPR RI saat mengikuti Rapat Paripurna ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 21 Januari 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Saleh Partaonan Daulay menilai tak ada yang perlu dipersoalkan dari vaksinasi Covid-19 untuk keluarga anggota Dewan. Saleh membantah ada perlakuan istimewa dan menilai ada alasan logis yang mendasari hal ini.

Pertama, menurut Saleh, anggota DPR banyak bepergian dalam menjalankan tugasnya. Ia mengatakan akan berbahaya jika anggota tersebut pulang ke rumah dengan membawa virus Corona.

"Covid-19 ini kan enggak kenal apakah ini keluarganya apakah anggota (DPR). Karena itu masuk akal sekali jika keluarga dari anggota divaksin," kata Saleh kepada Tempo, Jumat, 26 Februari 2021.

Jika anggota keluarga Dewan tak ikut disuntik vaksin Covid-19, kata Saleh, anggota Dewan terkait belum tentu sehat meski sudah ikut vaksinasi. Anggota Komisi Kesehatan DPR ini lantas menyarankan agar keluarga para tenaga kesehatan turut divaksin Covid-19.

"Saya sarankan nakes-nakes kita keluarganya diikutkan, supaya mereka juga tidak membawa penyakit virus di keluarganya," ujar politikus Partai Amanat Nasional ini.

Alasan kedua, Saleh mengatakan anggota DPR dan keluarganya divaksin Covid-19 pada gelombang kedua bersamaan dengan guru, pedagang pasar, wartawan, dan kelompok lainnya. Ia menilai ini artinya pelaksanaan vaksinasi anggota DPR sama saja dengan masyarakat biasa.

Hanya saja, Saleh mengakui pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang digelar di gedung DPR jadi terkesan berbeda. "Kelihatannya wah dan seterusnya, padahal kan biasa saja. Dan orang diatur antreannya di dalam. Tidak perlu ada yang harus dipersoalkan," ujar dia.

Baca juga: DPR Sebut Vaksinasi Covid-19 Anggota dan Keluarga Alokasi dari Kemenkes

Saleh mengatakan anggota keluarga yang menerima vaksinasi ini adalah mereka yang tinggal satu rumah dengan anggota Dewan. Ia sendiri telah menerima vaksin Covid-19 bersama istri dan anaknya.

"Sebenarnya saya enggak merasa diistimewakan. Wong saya ngantre juga, keluarga ngantre, istimewa apa," ucapnya.

Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar mengatakan menerima informasi ihwal vaksinasi dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan. Indra mengatakan ada hampir 12.000 penerima vaksinasi Covid-19 dari lingkungan parlemen.

Anggota keluarga Dewan Perwakilan Rakyat, kata Indra, terhitung sebanyak 2.600-an orang. Data keluarga penerima vaksinasi Covid-19 ini berbasis asuransi Jasindo, yang selama ini menanggung biaya kesehatan anggota DPR. "Saya kira tidak ada yang istimewa. Kami hanya ikut yang digariskan Kemenkes," kata Indra dalam konferensi pers, Jumat, 26 Februari 2021.

BUDIARTI UTAMI PUTRI






Direktur Pengelolaan Imunisasi Jawab Wacana Vaksin Booster Berbayar

14 menit lalu

Direktur Pengelolaan Imunisasi Jawab Wacana Vaksin Booster Berbayar

Direktur Pengelolaan Imunisasi, Prima Yosephine Berliana, M.K.M menjawab wacana vaksin booster berbayar yang disampaikan Menteri Kesehatan.


4 Tersangka di Kasus Korupsi BTS Kominfo, Politikus Golkar: yang Bersalah Harus Diproses

59 menit lalu

4 Tersangka di Kasus Korupsi BTS Kominfo, Politikus Golkar: yang Bersalah Harus Diproses

Politikus Golkar menanggapi kasus dugaan korupsi BTS Kominfo. Kasus itu memasuki babak baru dengan ditetapkannya empat orang tersangka oleh Kejagung.


Sri Mulyani: Insentif Kendaraan Listrik Sudah Tahap Finalisasi, Tunggu Restu DPR

1 jam lalu

Sri Mulyani: Insentif Kendaraan Listrik Sudah Tahap Finalisasi, Tunggu Restu DPR

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan komentar terkait rencana insentif kendaraan listrik di Indonesia pada tahun ini.


DPR Sebut Kebijakan Utang Pemerintah Tak Melanggar Undang-undang

8 jam lalu

DPR Sebut Kebijakan Utang Pemerintah Tak Melanggar Undang-undang

Said Abdullah menegaskan tak ada norma peraturan perundang-undangan yang dilanggar oleh pemerintah dalam menjalankan kebijakan utang.


Vaksin Campak dan Covid-19 Bisa Diberikan Bersamaan, Cek Syaratnya

17 jam lalu

Vaksin Campak dan Covid-19 Bisa Diberikan Bersamaan, Cek Syaratnya

Pakar kesehatan membolehkan vaksin campak diberikan bersama vaksin COVID-19, termasuk booster kedua. Ini yang perlu diperhatikan.


Politikus Demokrat Minta MK Kembalikan Persoalan Proporsional Tertutup ke DPR

22 jam lalu

Politikus Demokrat Minta MK Kembalikan Persoalan Proporsional Tertutup ke DPR

Menurut Jansen, sama sekali tidak ada problem konstitusional soal sistem pemilu proporsional tertutup atau terbuka.


Cukup Istirahat usai Vaksinasi Booster Kedua untuk Kurangi Efeknya

1 hari lalu

Cukup Istirahat usai Vaksinasi Booster Kedua untuk Kurangi Efeknya

Pakar mengingatkan untuk cukup beristirahat agar efek usai vaksinasi booster kedua yang mungkin muncul tidak sampai mengganggu aktivitas.


Usia 28 Tahun Jadi Doktor, Arif Nur Muhammad dari Unair Ciptakan Vaksin Covid-19 Halal dan Bebas Efek Samping

1 hari lalu

Usia 28 Tahun Jadi Doktor, Arif Nur Muhammad dari Unair Ciptakan Vaksin Covid-19 Halal dan Bebas Efek Samping

Arif Nur Muhammad mahasiswa Unair meraih gelar doktor di usia 28 tahun dengan disertasi mengenai Vaksin Covid-19 bebas efek samping dan halal.


Begini Cara Mendapatkan Vaksin Booster Kedua, Tanpa tiket di PeduliLindungi

1 hari lalu

Begini Cara Mendapatkan Vaksin Booster Kedua, Tanpa tiket di PeduliLindungi

masyarakat umum sudah bisa mendapatkan vaksin booster kedua. Bagaimana cara mendapatkannya?


Kaia Gerber Cerita Merasa Kesepian Jauh dari Keluarga

1 hari lalu

Kaia Gerber Cerita Merasa Kesepian Jauh dari Keluarga

Kaia Gerber kini lebih banyak bekerja dari rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarha