Merasa Ditekan Soal Demokrat, Moeldoko: Saya Bisa Melakukan yang Saya Yakini

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menggelar konferensi pers di rumahnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Februari 2021. Moeldoko membantah tuduhan dirinya hendak mengambil alih Partai Demokrat. TEMPO/Putri.

    Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menggelar konferensi pers di rumahnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Februari 2021. Moeldoko membantah tuduhan dirinya hendak mengambil alih Partai Demokrat. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks Panglima TNI, Moeldoko tidak banyak memberikan komentar menanggapi pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menuduh dirinya terkait dengan dugaan gerakan pengambilalihan secara paksa kepemimpinan atau kudeta partai berlambang mercy itu. "Memang belum selesai di Demokrat? Saya pikir sudah selesai. Kan saya enggak ngikutin ya," ujar Moeldoko, Kamis, 25 Februari 2021.

    Menurut Moeldoko, selama ini dia sibuk bekerja sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Selain itu, dia juga sedang mempersiapkan pernikahan putri bungsunya selama empat pekan belakangan.

    "Sehingga saya enggak ngerti tuh perkembangan internal seperti itu, saya pikir sudah selesai. Jadi jangan lah menekan-nekan saya. Saya diam, jangan menekan-nekan," ujarnya.

    Moeldoko balik mengancam bahwa ia bisa melakukan 'sesuatu' jika terus ditekan. "Saya ingin mengingatkan semuanya ya, saya ingin mengingatkan, karena saya bisa sangat mungkin melakukan apa itu langkah-langkah yang saya yakini," ujarnya.

    Baca: SBY: Tak Ada Partai yang Selamanya Berkuasa

    "Jadi saya berharap, jangan menekan saya karena seperti tadi saya katakan, saya tidak tahu situasi itu, saya pesan seperti itu saja karena saya punya hak seperti apa yang saya yakini," lanjut Moeldoko.

    Dua hari lalu, SBY kembali menyinggung gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai, yang menurutnya, melibatkan Moeldoko.

    Namun, SBY meyakini Presiden Jokowi tak mengetahui tindakan anak buahnya itu. "Secara pribadi, saya sangat yakin bahwa yang dilakukan Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi," kata Yudhoyono dalam rekaman video yang dikirimkannya kepada jajaran pengurus Partai Demokrat, Rabu, 24 Februari 2021.

    Demokrat, kata SBY, menilai apa yang dilakukan Moeldoko sangat mengganggu dan merugikan nama baik Presiden. "Saya juga yakin bahwa Presiden Jokowi memiliki integritas yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu. Partai Demokrat justru berpendapat apa yang dilakukan Moeldoko tersebut sangat mengganggu, merugikan nama baik beliau (Jokowi)," tutur SBY.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.