SBY Sebut Susah Imbangi Partai Koalisi Jokowi, Tapi...

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pembekalan kepada pembekalan calon legislatif DPR RI Partai Demokrat di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada Sabtu, 10 November 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pembekalan kepada pembekalan calon legislatif DPR RI Partai Demokrat di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada Sabtu, 10 November 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan sulit untuk mengimbangi partai koalisi pemerintah. 

    Ia mengatakan jalan yang ditempuh Demokrat tak selalu mudah. Ia mengakui, Demokrat tak mungkin bisa mengimbangi partai koalisi pemerintahan Jokowi yang sangat kuat. Demokrat, misalnya, kalah dalam perjuangan di parlemen.

    Meski begitu, Yudhoyono mengaku tetap bangga karena kader Demokrat tak menyerah atau patah semangat menghadapi beratnya perjuangan itu. Ia juga bangga kader Demokrat memperjuangkan aspirasi kelompok masyarakat sipil dan organisasi profesi.

    "Insya Allah, kesabaran, ketegaran, dan semangat pantang menyerah yang kita miliki akan berbuah manis di kemudian hari. Bisa saja gagal di hari ini, tapi sukses di hari esok," ujar mantan Ketua Umum Demokrat ini lewat rekaman video, Rabu, 24 Februari 2021.

    Ia mengatakan tujuh tahun menjadi partai di luar pemerintahan telah memberi pelajaran berharga, sekaligus menguji dan menempa kesabaran, ketegaran, dan keteguhan Partai Demokrat. Dia pun berharap tak ada kader yang merasa berkecil hati kendati kadang Demokrat seolah sendiri.

    "Sejarah dan pengalaman dalam dunia politik di mana pun menunjukkan, termasuk di negara kita, bahwa tidak ada partai politik yang selalu menjadi the ruling party, dan tidak ada pula yang selamanya berada di luar pemerintahan," kata SBY.

    Baca juga: SBY Mengaku Tahu Siapa yang Memfitnahnya Tunggangi Aksi Bela Islam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto