SBY: Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat Masih Ada

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato kontemplasi di Pendopo Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin malam, 9 September 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato kontemplasi di Pendopo Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin malam, 9 September 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menyebut pihak-pihak yang terlibat dalam gerakan pendongkelan partainya masih bergerak di lapangan secara sembunyi-sembunyi. Informasi tersebut, kata SBY, ia dapat dari pimpinan Partai Demokrat dan kadernya di daerah.

    “Segelintir kader dan mantan kader pelaku GPK PD (gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat) itu masih bergerak di lapangan. Sembunyi-sembunyi, kucing-kucingan. Berarti gerakan ini masih ada,” ujar dia dalam video yang ditayangkan melalui akun YouTube Partai Demokrat, Rabu, 24 Februari 2021.

    Menurut SBY, gerakan tersebut tak lagi mengincar para Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ataupun Dewan Perwakilan Cabang (DPC). Mereka, lanjut SBY, mengincar siapapun dengan iming-iming sejumlah imbalan dan janji yang menggiurkan.

    SBY mensinyalir ada kemungkinan gerakan tersebut menghasut dan mengadu domba antar pimpinan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat dengan para ketua DPD dan DPC. “Dengan memainkan isu bahwa dalam Musba dan Muscab mendatang mereka akan diganti. Sesuatu yang tidak benar adanya,” kata SBY.

    Presiden Indonesia ke-6 itu juga membantah elektabilitas partainya tengah jeblok. Ia mengatakan berdasarkan sejumlah lembaga survei, elektabilitas Partai Demokrat justru terus meningkat. SBY merasa isu tersebut diduga diembuskan oleh gerakan pendongkelan, bahwa Partai Demokrat tengah dalam kondisi hancur lebur.

    “Mana ada orang yang mau mengambil alih Partai Demokrat jika memang kondisi partai kita benar-benar hancur lebur,” tutur SBY.

    Dalam perkara perkara ini, Demokrat sebelumnya menyebut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko hendak menggalang kekuatan untuk mendongkel Agus Harimurti Yudhoyono dari kursi ketua umum. Moeldoko membantah. Dia menyebut isu yang dilontarkan Demokrat itu adalah masalah internal partai. SBY mengatakan keterlibatan aktif dari Moeldoko dalam gerakan pendongkelan itu nyata, berdasarkan laporan dan kesaksian sejumlah kader Partai Demokrat yang merasa dijebak.

    Menurut SBY, gerakan itu melibatkan unsur di luar partai yang ia dirikan. “Unsur eksternal itu, paling tidak, adalah seorang pejabat penting di pemerintahan,” ucap dia.

    SBY pun meminta para kadernya agar tak termakan isu miring tentang Partai Demokrat. Bahkan, untuk mengatasi hal ini, ia mengatakan sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai yang sudah tidak aktif dalam kegiatan sehari-hari sejak kongres tahun 2020 lalu mesti turun gunung.

    ADAM PRIREZA

    Baca juga: Ada Upaya Pendongkelan di Demokrat, SBY: Bagai Halilintar di Siang Bolong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.