Sidang Korupsi Ekspor Benur: Staf Edhy Prabowo Ungkap Suap Dari Eksportir

Reporter

Mantan Staf khusus Menteri KKP, Safri, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Selain Edhy Prabowo, penyidik juga memperpanjang penahanan Safri sebagai tersangka dalam kasus ekspor benur. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Edhy Prabowo, Safri, mengungkapkan sejumlah pertemuan antara dirinya dengan Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama Suharjito. Hal itu disampaikan saat bersaksi dalam sidang kasus korupsi ekspor benur dengan terdakwa Suharjito.

"Ada dengan Pak Suharjito," kata dia di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu, 24 Februari 2021.

Safri mengatakan pertemuan tersebut terjadi untuk membahas izin ekspor benih lobster yang diajukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selain datang sendiri, pria yang juga berstatus tersangka ini mengatakan Suharjito mengirim bawahannya Agus Kurniyawanto.

Safri mengatakan pada Juni 2020, Suharjito menemui Safri dan menitipkan uang. Ia mengatakan tak tahu jumlah uangnya. Dia mengatakan juga tak mengetahui tujuan pemberian. Uang itu, kata dia, lalu diserahkan kepada sekretaris pribadi Edhy Prabowo, Amirul Mukminin. "Ditanya ada titipan, ada saya kasih saja," kata dia.

Dalam perkara ini, Suharjito didakwa menyuap Edhy Prabowo dkk sebanyak US$ 103 ribu dan Rp 706 juta untuk mengurus izin ekspor benur.

Baca juga: Edhy Prabowo: Jangankan Dihukum Mati, Lebih Dari Itu Siap






Luhut: Sektor Kelautan dan Perikanan RI Harus Masuk 5 Besar Ekspor Dunia

2 hari lalu

Luhut: Sektor Kelautan dan Perikanan RI Harus Masuk 5 Besar Ekspor Dunia

Luhut mengatakan laut Indonesia yang seluas 6,4 juta kilometer persegi dan berada di posisi geostrategis sangat menguntungkan.


Jokowi Minta Lukas Enembe Hormati Panggilan KPK

4 hari lalu

Jokowi Minta Lukas Enembe Hormati Panggilan KPK

Presiden Joko Widodo atau Jokowi ikut merespons singkat kasus gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. Kepala negara meminta semua pihak, termasuk Lukas, untuk menghormati proses hukum yang berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.


Ibaratkan Perikanan RI Seperti Raksasa Tertidur, Teten: Kalau Norwergia Ada Salmon, Kita Banyak Komoditas

6 hari lalu

Ibaratkan Perikanan RI Seperti Raksasa Tertidur, Teten: Kalau Norwergia Ada Salmon, Kita Banyak Komoditas

Teten Masduki mengibaratkan perikanan Indonesia seperti raksasa yang masih tertidur.


KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

6 hari lalu

KPK Keluarkan Panggilan Kedua ke Lukas Enembe, Polda Papua Siagakan 1.800 Personel

1.800 personel polisi disiagakan mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat setelah KPK mengeluarkan panggilan kedua ke Lukas Enembe


Lukas Enembe Tak Bisa Hadiri Pemeriksaan karena Sakit, KPK: Harus Ada Dokumen Medis

6 hari lalu

Lukas Enembe Tak Bisa Hadiri Pemeriksaan karena Sakit, KPK: Harus Ada Dokumen Medis

KPK buka suara mengenai kabar Gubernur Papua Lukas Enembe tak bisa menghadiri panggilan lembaganya dengan alasan sakit pada Senin, pekan depan.


KPK Duga Lukas Enembe Punya Penghubung di Singapura

9 hari lalu

KPK Duga Lukas Enembe Punya Penghubung di Singapura

KPK menduga Gubernur Papua Lukas Enembe punya penghubung di Singapura. KPK sudah mengantongi nama penghubung tersebut.


Dugaan Korupsi Dana BUMDes di Karanganyar Seret Kepala Desa dan Mantan Direktur

9 hari lalu

Dugaan Korupsi Dana BUMDes di Karanganyar Seret Kepala Desa dan Mantan Direktur

Kejari Kabupaten Karanganyar mengusut kasus dugaan korupsi dana Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Berjo yang menyeret Kepala Desa dan mantan Direktur


KPK Jebloskan Penyuap Angin Prayitno Aji ke Penjara

10 hari lalu

KPK Jebloskan Penyuap Angin Prayitno Aji ke Penjara

Dalam kasus suap itu, KPK menduga Rp 15 miliar mengalir ke pejabat Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani.


Mahfud Md Sebut Lukas Enembe Diduga Korupsi Ratusan Miliar Rupiah

11 hari lalu

Mahfud Md Sebut Lukas Enembe Diduga Korupsi Ratusan Miliar Rupiah

Mahfud Md mengatakan PPATK juga menemukan uang berjumlah Rp 71 miliar yang tersimpan dalam beberapa rekening yang diduga milik Lukas Enembe.


Kasus Mayat Terbakar di Semarang, Polisi Sebut Iwan Budi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Sertifikasi Tanah

14 hari lalu

Kasus Mayat Terbakar di Semarang, Polisi Sebut Iwan Budi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Sertifikasi Tanah

Polisi menyatakan Iwan Budi Paulus yang ditemukan dalam kondisi mayat terbakar di kawasan Marina, Kota Semarang merupakan saksi kasus dugaan korupsi