Respon Edaran Kapolri Soal UU ITE, Polda Jateng Bentuk Virtual Police

Seorang wanita menunjukkan poster tuntutan saat sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar aksi jalan mundur dalam car free day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 29 September 2019. Dandhy ditangkap pada Kamis (26/9) dan dilepaskan pada Jumat (27/9) dengan status tersangka terkait pelanggaran UU ITE. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Semarang - Kepolisian Daerah Jawa Tengah membentuk virtual police atau polisi dunia maya menindaklanjuti surat edaran Kepala Kepolisian Republik Indonesia tentang penanganan kasus hukum informasi dan transaksi elektronik (UU ITE). Dalam surat edaran bernomor SE/2/II/2021 tersebut Kapolri meminta anak buahnya berkomitmen menegakkan hukum dengan rasa keadilan.
 
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Iskandar Fitriana Sutisna menyebut, virtual police terdiri anggota polisi Bidang Humas dan Reserse Kriminal. "Untuk perkara tindak pidana yang berkaitan ITE tentunya Polda Jateng sudah membentuk virtual police," kata dia pada Selasa, 23 Februari 2021.
 
Menurut dia, mereka bertugas menggelar patroli siber mencari konten negatif di dunia maya. Setelah ditemukan kemudian diusut pelaku pengunggah konten tersebut. "Menelusuri netizen pemilik akun dan dilakukan edukasi pemberian pengertian," tutur Iskandar. 
Jika pengunggah mengakui, kata dia, kemudian dibuatkan surat permintaan maaf dan video testimoni. Video tersebut lantas diunggah di akun milik pengunggah dan kasus dinyatakan selesai. "Kasus ini tidak perlu ditingkatkan menjadi penyidikan," ujarnya.
 
Iskandar mengatakan, langkah tersebut sebagai upaya Korps Bhayangkara menghindari penggunaan UU ITE yang selama ini dianggap kontradiktif terhadap hak kebebasan berekspresi di ruang digital. "Di sini lah Polri hadir pada dunia maya yang memberikan warning kepada para pengguna media sosial," tutur dia.
 
 





Lagi, Nikita Mirzani Dilaporkan Dugaan Pencemaran Nama, Sebar Nomor HP & Sebut Wanita Bertato

3 hari lalu

Lagi, Nikita Mirzani Dilaporkan Dugaan Pencemaran Nama, Sebar Nomor HP & Sebut Wanita Bertato

Nikita Mirzani dilaporkan soal menyebut ciri-ciri perempuan bertato yang identik dengan korban.


Apa Itu Gaya Hidup Bohemian? Jejaknya Berawal dari Bahasa Prancis di Abad 15

16 hari lalu

Apa Itu Gaya Hidup Bohemian? Jejaknya Berawal dari Bahasa Prancis di Abad 15

Bohemian identik dengan gaya berbusana. Tetapi sebenarnya bohemian merupakan gaya hidup.


Dua Anggota LSM Diduga Lakukan Pemerasan di Kasus Pemerkosaan Buron

19 hari lalu

Dua Anggota LSM Diduga Lakukan Pemerasan di Kasus Pemerkosaan Buron

Dua anggota LSM yang diduga memeras orang tua para tersangka kasus dugaan pemerkosaan anak berusia 15 tahun di Brebes, Jawa Tengah.


Polisi Cokok 7 Anggota LSM yang Diduga Lakukan Pemerasan dalam Kasus Pemerkosaan Anak di Brebes

19 hari lalu

Polisi Cokok 7 Anggota LSM yang Diduga Lakukan Pemerasan dalam Kasus Pemerkosaan Anak di Brebes

Polisi tangkap anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang diduga melakukan pemerasan di kasus dugaan pemerkosaan anak berusia 15 tahun di Brebes


Tilang Manual Makin Gencar, Truk Odol Jadi Sasaran

25 hari lalu

Tilang Manual Makin Gencar, Truk Odol Jadi Sasaran

Tilang manual dikenakan untuk pelanggaran lalu lintas yang tidak bisa terdeteksi oleh kamera ETLE, seperti truk Odol dan berkendara tanpa SIM.


Ini Alasan Nikita Mirzani Bebas, Begini Bunyi Pasal yang Dituduhkan Kepadanya

36 hari lalu

Ini Alasan Nikita Mirzani Bebas, Begini Bunyi Pasal yang Dituduhkan Kepadanya

Nikita Mirzani dinyatakan bebas oleh PN Serang. Berikut bunyi pasal yang JPU dakwakan kepadanya dalam UU ITE dan KUHP.


Awal Tahun, Jokowi Tandatangani KUHP Baru

36 hari lalu

Awal Tahun, Jokowi Tandatangani KUHP Baru

Presiden Jokowi telah menandatangani KUHP baru kemarin. Berlaku tiga tahun lagi.


Dugaan Pengeroyokan dan Penodongan Pistol di Keraton Surakarta Dilaporkan ke Polisi

44 hari lalu

Dugaan Pengeroyokan dan Penodongan Pistol di Keraton Surakarta Dilaporkan ke Polisi

Keributan di Keraton Surakarta yang terjadi Jumat, 23 Desember 2022 berbuntut pelaporan kasus hukum ke polisi.


Dilaporkan ke Polisi, Pesulap Merah Tantang Dukun: Kalau Tumbang karena Santet, Saya...

46 hari lalu

Dilaporkan ke Polisi, Pesulap Merah Tantang Dukun: Kalau Tumbang karena Santet, Saya...

Pesulap Merah tidak tahu letak ujaran kebencian soal definisi dukun yang dia ungkapkan.


Pesulap Merah Diperiksa di Polres Jaksel Atas Dugaan Ujaran Kebencian

46 hari lalu

Pesulap Merah Diperiksa di Polres Jaksel Atas Dugaan Ujaran Kebencian

Pesulap Merah dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian.