Vaksin Nusantara Dikritik Epidemiolog, PKS Minta Terawan dkk Beri Penjelasan

Netty Prasetiyani. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Kesehatan atau Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Netty Prasetiyani meminta para pengembang Vaksin Nusantara memberi penjelasan terkait dugaan dilewatinya proses izin dari Komite Etik. Vaksin Nusantara dikembangkan oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menggandeng sejumlah institusi.

"Kami minta pihak yang terlibat harus bisa menjelaskan. Tuntutan masyarakat dan para ahli harus dibuktikan dengan data yang transparan bahwa memang vaksin ini aman dan penelitian serta pengujiannya sesuai standar berlaku," kata Netty dalam keterangannya, Selasa, 23 Februari 2021.

Dugaan dilewatinya proses oleh Komite Etik ini sebelumnya dilontarkan para pakar. Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono, meminta pemerintah menghentikan Vaksin Nusantara karena metode yang digunakan tidak teruji dan tidak ada izin dari Komite Etik tersebut. Adapun ahli biomolekuler dan vaksinolog Ines Atmosukarto mengatakan Vaksin Nusantara datanya diduga belum terlihat.

Netty meminta para pengembang membuka data uji klinis, mulai dari kecocokan, keamanan, dan tingkat keampuhan Vaksin Nusantara. Terlebih saat ini, kata dia, publik bertanya-tanya tentang vaksin yang disebut sudah akan masuk uji klinis tahap II itu.

"Tentu publik bertanya-tanya dan ingin diperlihatkan, serta di-update data uji klinis I-nya, agar ini tidak hanya sekadar klaim tetapi bisa dibuktikan dengan data," ujarnya.

Baca: Peneliti Klaim Vaksin Nusantara Lolos Penelitian Fase Pertama

Netty juga meminta semua pihak menahan diri dari berkomentar atau membuat pernyataan yang justru memperkeruh suasana. Menurut Netty, kerapkali dalam percakapan publik terjadi kehebohan dan viral tetapi tak ada perkembangan selanjutnya.

Ia menyarankan para pengembang vaksin ini fokus dan mengurangi pernyataan-pernyataan berlebihan. "Dan kalau memang perlu untuk memberikan informasi perkembangan harus disertai dengan data yang bisa dibuktikan," kata Wakil Ketua Fraksi PKS ini.

Meski begitu, Netty mengatakan ia mendukung penuh adanya pengembangan vaksin di Indonesia. Dia menyebut ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Namun kata dia, wacana vaksin dalam negeri bukanlah yang pertama sebab sebelumnya sudah ada Vaksin Merah Putih yang juga digadang-gadang dan dipromosikan. Jika berhasil, imbuh Netty, Vaksin Nusantara akan menjadi kebanggaan nasional di tengah perlombaan vaksin global. Indonesia akan masuk ke dalam salah satu negara pembuat vaksin dan bukan sekadar pengimpor vaksin Covid-19. "Oleh karena itu, buktikan saja dulu sampai Vaksin Nusantara ini berhasil memenuhi standar dan rekomendasi ilmiah. Jangan hanya riuh pada tataran seremoni dan selebrasi," kata Netty.

BUDIARTI UTAMI PUTRI






Anies Baswedan Sambangi Partai Demokrat, AHY: 3 Partai Solid

1 jam lalu

Anies Baswedan Sambangi Partai Demokrat, AHY: 3 Partai Solid

AHY mengatakan persamuhan bersama Anies Baswedan dan tim berjalan baik serta menunjukkan bahwa Koalisi Perubahan solid.


Anies Baswedan dan TIm Kecil Koalisi Perubahan Bertemu di DPP Partai Demokrat, Tegaskan Mereka Solid

1 jam lalu

Anies Baswedan dan TIm Kecil Koalisi Perubahan Bertemu di DPP Partai Demokrat, Tegaskan Mereka Solid

Pertemuan tim kecil Koalisi Perubahan plus Anies Baswedan di kantor DPP Partai Demokrat menepis rumor bahwa mereka retak.


Anies Baswedan Temui AHY di Kantor Demokrat, NasDem dan PKS Turut Hadir

3 jam lalu

Anies Baswedan Temui AHY di Kantor Demokrat, NasDem dan PKS Turut Hadir

Anies Baswedan menyambangi Ketua Umum Partai Demokrat AHY hari ini. Hadir pula perwakilan NasDem dan PKS.


SMRC Prediksi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Bersaing ketat di Putaran Kedua Pilpres 2024

5 jam lalu

SMRC Prediksi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Bersaing ketat di Putaran Kedua Pilpres 2024

SMRC menilai Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan akan masuk ke putaran kedua jika Pilpres 2024 digelar dengan lebih dari dua pasangan.


Anies Baswedan Bungkam Soal Pertemuan Surya Paloh dengan Jokowi, Tapi Optimistis Koalisi Pendukungnya Solid

1 hari lalu

Anies Baswedan Bungkam Soal Pertemuan Surya Paloh dengan Jokowi, Tapi Optimistis Koalisi Pendukungnya Solid

Anies Baswedan tak mau menjawab pertanyaan soal pertemuan antara Surya Paloh dengan Presiden Jokowi pekan lalu.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

1 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


PKS Minta Presiden Jokowi Turun Tangan Bereskan BRIN

1 hari lalu

PKS Minta Presiden Jokowi Turun Tangan Bereskan BRIN

Mulyanto meminta Presiden Jokowi turun tangan menuntaskan masalah di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).


Koalisi Pengusung Anies Baswedan: Berapa Persentase Presidential Threshold NasDem, Demokrat, dan PKS?

1 hari lalu

Koalisi Pengusung Anies Baswedan: Berapa Persentase Presidential Threshold NasDem, Demokrat, dan PKS?

Berapa persentase presidential threshold Nasdem, PKS, dan Drmokrat untuk mengusung Anies Baswedan bakal Capres 2024?


Mengenal Presidential Threshold 20 Persen dalam Pemilu 2024, Koalisi Anies Baswedan Sudah Cukup?

1 hari lalu

Mengenal Presidential Threshold 20 Persen dalam Pemilu 2024, Koalisi Anies Baswedan Sudah Cukup?

PKS menyebut Anies Baswedan telah memenuhi Presidential Threshold 20 persen setelah diusung 3 partai politik. Lantas apa itu Presidential Threshold?


PKS Depok Dukung Penuh Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

2 hari lalu

PKS Depok Dukung Penuh Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Ketua DPD PKS Kota Depok Imam Budi Hartono menyatakan mendukung penuh keputusan DPP partai berlambang bulan sabit kembar tersebut menjadikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) untuk Pilpres 2024