Kata Kemenkes Soal 2 Tenaga Kesehatan Meninggal Akibat Covid-19 Pasca Vaksinasi

Reporter

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada tenaga kesehatan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2021. Vaksinasi massal ini berlangsung dari pukul 08.30 WIB dan direncanakan akan selesai pada pukul 15.30 WIB. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan duka mendalam terkait meninggalnya dua tenaga kesehatan yang meninggal akibat Covid-19, pasca vaksinasi. Pemerintah berharap, kejadian serupa tidak akan terulang kembali.

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Hindra Irawan Satari mengatakan, seseorang yang sudah divaksin tetap ada kemungkinan terpapar Covid-19. Sebab, kata Hindra, kekebalan tubuh tidak langsung tercipta pasca penyuntikan pertama.

"Kalau pun ada, sangatlah rendah. Kekebalan baru akan tercipta sepenuhnya dalam kurun waktu 28 hari pasca penyuntikan kedua. Jadi, meskipun sudah divaksinasi, dalam dua minggu ke depan sangat amat rawan terpapar,” tutur Hindra dikutip dari laman resmi Kemenkes, Selasa, 23 Februari 2021.

Salah satunya tenaga kesehatan yang meninggal adalah Erny Kusuma Sukma Dewi (33). Ia sebelumnya bekerja di RSUD Ngudi Waluyo Blitar, Jawa Timur. Erny meninggal pada 14 Februari lalu. Sebelum meninggal, ia sempat mendapatkan suntikan vaksin tahap pertama pada 28 Januari. Setelah itu, pada 6 Februari yang bersangkutan sakit, suhu tubuhnya meningkat dan sesak napas sehingga langsung dimasukkan ke ruang unit perawatan intensif (ICU). Kondisi tenaga medis tersebut kemudian memburuk dan meninggal pada 14 Februari. Hasil pemeriksaan PCR yang bersangkutan positif Covid-19.

Baca: Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua, Bio Farma Siapkan 11,4 Juta Dosis di Maret

Vaksin Covid-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan. Suntikan pertama, kata Hindra, ditujukan memicu respons kekebalan awal. Sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk.

“Oleh karena itu, setelah diimunisasi tetap harus menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjauhi kerumunan, karena masih rawan, kalau kita lengah bisa saja terjadi hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Ia memastikan, vaksin Covid-19 yang digunakan untuk vaksinasi aman dan berkhasiat. Sebab, dalam proses pengujiannya telah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh WHO. Berdasarkan hasil uji klinis Tim Riset Vaksin Covid-19 Universitas Padjajaran, efek samping yang ditimbulkan dari vaksinasi Covid-19 bersifat ringan dan mudah diatasi seperti reaksi lokal berupa nyeri, kemerahan atau gatal-gatal.

Kata Hindra, di Indonesia ini proporsi efek samping serius yakni 42 per 1.000.000 sedangkan non serius 5 per 10.000.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, meskipun sudah menerima vaksinasi. “Bagi seluruh masyarakat saya berpesan, dengan adanya vaksinasi kita juga masih punya kewajiban menjalankan protokol kesehatan,” tuturnya.

DEWI NURITA






Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

1 jam lalu

Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen, Terpengaruh Aktivitas Ekonomi Cina

Harga minyak dunia naik 1 persen karena ekspektasi permintaan menguat dipicu menggeliatnya aktivitas ekonomi Cina.


Saran Pakar agar Terhindar dari Penularan Subvarian Kraken

9 jam lalu

Saran Pakar agar Terhindar dari Penularan Subvarian Kraken

Pakar merekomendasikan penggunaan masker kembali pada keadaan yang berisiko demi mencegah terkena subvarian Kraken.


Terawan Puji Disertasi Soal Vaksin Berbasis Sel Dendritik di Unair

10 jam lalu

Terawan Puji Disertasi Soal Vaksin Berbasis Sel Dendritik di Unair

Mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, hadir dalam sidang terbuka promosi doktor di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga.


Masuk Masa Transisi Pasca Pencabutan PPKM, Airlangga: Perlindungan Sosial dan Prakerja Tetap Dilanjutkan

16 jam lalu

Masuk Masa Transisi Pasca Pencabutan PPKM, Airlangga: Perlindungan Sosial dan Prakerja Tetap Dilanjutkan

Pasca PPKM, Ketua KPCPEN sekaligus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengembalikan seluruh program yang ditangani KPCPEN ke kementerian/lembaga.


Perbatasan Cina Dibuka, Indonesia Incar Potensi Ekonomi

18 jam lalu

Perbatasan Cina Dibuka, Indonesia Incar Potensi Ekonomi

Indonesia mengincar potensi ekonomi dari dibukanya kembali perbatasan Cina. Warga Cina akan banyak berlibur ke luar negeri.


Menkes Soal Covid Kraken Masuk RI: Menular Cepat, tapi Lemah

18 jam lalu

Menkes Soal Covid Kraken Masuk RI: Menular Cepat, tapi Lemah

Menteri Kesehatan menyebut terus melakukan surveillance dan penelusuran kontak erat dari WNA Polandia, pasien yang terkonfirmasi terjangkit Covid Kraken.


Sri Mulyani: Biaya Penanganan Covid-19 Setara Ongkos Pembangunan Dua Ibu Kota Negara

18 jam lalu

Sri Mulyani: Biaya Penanganan Covid-19 Setara Ongkos Pembangunan Dua Ibu Kota Negara

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pembiayaan penanganan pada awal pandemi Covid-19 setara dengan biaya pembangunan dua Ibu Kota Negara


Menkes Sebut Covid Kraken Masuk Jadi Bukti Surveillance RI Bagus

18 jam lalu

Menkes Sebut Covid Kraken Masuk Jadi Bukti Surveillance RI Bagus

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merespons satu kasus subvarian Omicron XBB 1.5 alias Covid Kraken yang telah ditemukan di Indonesia.


Jokowi Ingatkan Masyarakat: Ini Masa Transisi Covid-19, Tetap Waspada

19 jam lalu

Jokowi Ingatkan Masyarakat: Ini Masa Transisi Covid-19, Tetap Waspada

Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM sudah dicabut akhir 2022, Jokowi meminta masyarakat tetap waspada.


Jokowi Cerita Tolak Lockdown di Awal Pandemi Covid-19: Saya Semedi 3 Hari

20 jam lalu

Jokowi Cerita Tolak Lockdown di Awal Pandemi Covid-19: Saya Semedi 3 Hari

Jokowi kembali bercerita soal keputusannya di awal pandemi Covid-19, di mana dia memutuskan Indonesia tidak menerapkan kebijakan lockdown.