Dirumahkan Tanpa Gaji, Belasan Pekerja Migran di Arab Saudi Minta Dipulangkan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pekerja migran asal Indonesia berkumpul di teras Taipei Main Stastion (TMS), Taiwan, untuk mengisi liburan Idul Fitri 2019. ANTARA/M. Irfan Ilmie

    Para pekerja migran asal Indonesia berkumpul di teras Taipei Main Stastion (TMS), Taiwan, untuk mengisi liburan Idul Fitri 2019. ANTARA/M. Irfan Ilmie

    TEMPO.CO, Jakarta - Belasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di restoran Al Safi, Taif, Arab Saudi berharap dipulangkan ke Indonesia. Restoran tersebut merumahkan sebagian besar karyawannya, termasuk para pekerja migran asal Indonesia.
     
    Restoran hanya mempekerjakan beberapa karyawan untuk melayani take away sejak kebijakan pengetatan pembatasan sosial kembali diberlakukan di Saudi pada awal Februari 2021. Kepada Tempo, salah satu pekerja asal Indonesia, Basuki Wiroso bercerita bahwa ini adalah kali kedua mereka dirumahkan tanpa digaji. Pertama kali mereka dirumahkan pada akhir Maret 2020.
     
    Saat itu, Arab Saudi memberlakukan lockdown atau karantina. Selama tiga bulan dirumahkan, perusahaan hanya memberi mereka suplai makanan seadanya. Gaji mereka untuk Maret 2020, juga sampai sekarang, belum dibayar. 
     
    Kali ini, kata Basuki mereka yang dirumahkan oleh perusahaan ditekan untuk menandatangani surat kesediaan tidak diberi upah, subsidi dan kompensasi selama satu bulan. Basuki menolak. "Saya bilang, maaf saya tidak mau tanda tangan. Saya minta dipulangkan saja ke negara saya," tutur Basuki kepada Tempo, Senin, 22 Februari 2021.
     
    Penolakan Basuki lantas memicu amarah pihak manajemen restoran. Ia sampai diminta keluar dari rumah akomodasi perusahaan untuk karyawan. Basuki bersikeras tidak akan pergi sebelum tunggakan gaji Maret 2020 dibayarkan dan tiket pulang dibelikan oleh perusahaan.
     
     
    Menurut Basuki, sudah beberapa kali mereka mengadukan permasalahan yang dialami kepada KJRI Jeddah. Namun, hak-hak mereka tak kunjung dipenuhi.
     
    "Sampai detik ini belum ada kejelasan. Sekarang keinginan kami sederhana saja, minta dibayarkan gaji bulan Maret 2020 untuk membeli tiket pulang ke Indonesia. Kami tidak bisa lagi bertahan di sini tanpa suplai dan gaji. Kami sudah tidak punya uang buat makan," ujarnya.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.