9 Juta Anggotanya Termasuk Lansia, NU Siap Bantu Vaksinasi Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang dokter senior disuntik vaksin Covid-19 produksi Sinovac saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di Jakarta, Senin, 8 Februari 2021. REUTERS/Willy Kurniawan

    Seorang dokter senior disuntik vaksin Covid-19 produksi Sinovac saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di Jakarta, Senin, 8 Februari 2021. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Satuan Tugas Nahdlatul Ulama (NU) Peduli Covid-19 Makky Zamzami mengatakan mereka bersedia membantu pemerintah dalam mempercepat vaksinasi kepada lanjut usia atau lansia.

    "NU bisa jadi ormas yang berperan aktif membantu pemerintah mempercepat terwujudnya vaksin untuk lanjut usia. Karena kami mendukung sekali, terutama untuk beberapa kiai dan lanjut usia," ujar Makky dalam diskusi Vaksinasi Tahap 2: Cinta untuk Lansia, Senin, 22 Februari 2021.

    Pemerintah sudah memulai penyuntikan vaksin Covid-19 tahap kedua. Program ini menyasar 38 juta penduduk, yang terdiri dari pejabat layanan publik dan lanjut usia atau usia di atas 60 tahun. Adapun vaksinasi tahap pertama sudah dilakukan sejak pertengahan Januari 2021 dan menyasar 1,48 juta tenaga kesehatan.

    Makky mengatakan ada sekitar 90 juta jiwa anggota NU, dengan 9 juta jiwa di antaranya merupakan lanjut usia atau di atas 60 tahun. Termasuk para kiai di pondok-pondok pesantren.

    ADVERTISEMENT

    Menurut Makky, berdasarkan data, sudah lebih dari 320 kiai yang meninggal karena Covid-19. Karena itu, ia pun menyambut baik program vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang menyasar para lansia. "Karena akan sangat membantu mencegah penularan atau menjadi berat, terutama bagi kiai dan lansia di masyarakat," kata dia.

    Baca juga: Vaksinasi Lansia Difokuskan di DKI dan Ibu Kota Provinsi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.