Peneliti Klaim Vaksin Nusantara Punya Efek Samping Minimal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang Pasar Tanah Abang saat antre untuk menjalani vaksinasi COVID-19 massal di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021. Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang di blok A, B, F, dan G. Total sasaran vaksinasi tahap kedua ini mencapai 38.513.446 yang terdiri dari 21 juta lebih lansia, dan hampir 17 juta untuk pekerja pelayanan publik. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pedagang Pasar Tanah Abang saat antre untuk menjalani vaksinasi COVID-19 massal di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021. Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang di blok A, B, F, dan G. Total sasaran vaksinasi tahap kedua ini mencapai 38.513.446 yang terdiri dari 21 juta lebih lansia, dan hampir 17 juta untuk pekerja pelayanan publik. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Semarang - Vaksin Nusantara telah rampung penelitian fase pertama. Anggota Tim Peneliti Vaksin Nusantara Yetty Movieta Nency menyebutkan fase satu untuk melihat keamanan telah dilalui.
     
    "Alhamdulillah efek samping minimal, berjalan singkat, dan tak perlu pengobatan," katanya pada Kamis, 18 Februari 2021. Dia menyebutkan, dalam penelitian fase itu melibatkan 27 orang subjek penelitian.
     
    Dalam pengamatan singkat selama empat pekan tersebut, kata Yetty, terjadi peningkatan antibodi pada subjek. Pihaknya kini menunggu restu Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM untuk memasuki penelitian fase kedua.
     
     
    Selanjutnya Vaksin Nusantara akan memasuki penelitian fase kedua yang melibatkan 180 subjek. "Itu juga akan meneliti keamanan ditambah pengaturan dosis dan efikasi," sebutnya. Dia mengatakan, di penelitian fase ketiga akan melibatkan 1.600 subjek. Di fase ini khasiat serta efek samping Vaksin Nusantara dalam populasi yang besar akan diteliti. 
     
    Menurut dia, Vaksin Nusantara memiliki efek samping minimal karena berasal dari sel yang diambil dari tubuh subjek. "Benda asing dibandingkan dari tubuh manusia itu kan beda. Itu dari darah kita diolah dimasukkan lagi. Di situlah keunggulannya," tutur dia. 
     
    Seluruh proses vaksinasi, kata Yetty, memerlukan waktu satu pekan. Meliputi pengambilan sel dendritik dari darah subjek dan pengenalan dengan antibody SARS-CoV-2. Hasilnya kemudian disuntikkan kembali ke tubuh subjek. 
     
    Menurut dia, Vaksin Nusantara hasil kerja sama Balai Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kesehatan, RSUP dr Kariadi, dan Universitas Diponegoro Kota Semarang. "Inisiasinya dari Dokter Terawan," ungkap dia. 
     
    Yetty mengatakan, harga Vaksin Nusantara lebih murah dibandingkan vaksin yang telah beredar. Harga Vaksin Nusantara cukup terjangkau karena anggaran penyimpanan, distribusi yang minimal. "Jika telah diproduksi masal, harga satu dosis Vaksin Nusantara kira-kira 10 USD," tuturnya.
     
    JAMAL A. NASHR
     
    Catatan Redaksi:
    Judul berita ini direvisi pada Rabu, 24 Februari 2021, pukul 07.19 WIB. Sebelumnya judul berita adalah "Peneliti Klaim Vaksin Nusantara Lolos Penelitian Fase Pertama". Terima Kasih.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.