Antisipasi Kekeringan, Petani Padang Diminta Asuransikan Lahan

Antisipasi Kekeringan, Petani Padang Diminta Asuransikan Lahan | Foto: dok.Kementan

PADANG - Para petani di Kota Padang, Sumatera Barat, diajak untuk memanfaatkan asuransi pertanian. Ajakan disampaikan setelah puluhan hektare sawah di kawasan Aru Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, gagal panen akibat kekeringan yang melanda dalam satu bulan terakhir.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kondisi gagal panen bisa membuat petani merugi.

"Karena, petani telah mengeluarkan biaya produksi untuk tanam. Jika tidak ada panen, biaya itu tidak bisa ditutupi. Oleh karena itu, kita sarankan petani untuk memanfaatkan asuransi. Sebab jika gagal panen petani akan mendapat ganti rugi yang bisa digunakan untuk tanam kembali," terangnya, Jumat (19/2/2021).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, memperkuat pernyataan tersebut.

"Asuransi mempunyai klaim yang akan diberikan kepada petani saat gagal panen. Klaim tersebut sebesar Rp 6 juta per hektar. Dan ini bisa menjadi modal bagi petani untuk kembali tanam," terangnya.

Sarwo Edhy mengatakan asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana. Asuransi akan mengcover lahan pertanian yang gagal panen akibat perubahan iklim, cuaca ekstrim, bencana alam, juga serangan organisme pengganggu tanaman dan hama.

"Pemerintah juga memberikan perhatian serius untuk program ini. Pemerintah memberikan subsidi yang membuat premi yang harus dibayarkan petani menjadi lebih ringan lagi," katanya.

Sementara petani di Aru Gunung Sarik, Khairul Anwar, mengatakan kekeringan sudah dialami hampir satu bulan ini.

"Hujan sudah hampir satu bulan ini tidak turun, jadi padi kami yang biasanya dialiri oleh saluran irigasi, kini tidak dapat lagi, karena dari hulu sungainya yang kering," ungkap Khairul.






Produk Impor Berizin Ditahan Badan Karantina, Ombudsman: Kerugian Rp 3,2 Miliar

6 jam lalu

Produk Impor Berizin Ditahan Badan Karantina, Ombudsman: Kerugian Rp 3,2 Miliar

Ombudsman RI mencatat kerugian yang dialami importir produk hortikultura akibat Badan Karantina yang menahan produk impor sejak 4 September 2022.


Kementan Perkenalkan Aplikasi Lumbungin, Sektor Pertanian Makin Digital

23 jam lalu

Kementan Perkenalkan Aplikasi Lumbungin, Sektor Pertanian Makin Digital

Dunia digital ini dekat dengan milenial. Oleh karena itu, kita mengajak para milenial untuk terjun ke sektor pertanian. (Mentan Syahrul Yasin Limpo)


Lewat P4S, Kementan Maksimalkan Pertanian Desa dengan Smart Farming

1 hari lalu

Lewat P4S, Kementan Maksimalkan Pertanian Desa dengan Smart Farming

Pembangunan pertanian yang terbaik harus dilakukan dari lapangan, dari desa.


Kementan Bangun Embung, Lahan Pertanian di 3 Desa Teraliri Air

1 hari lalu

Kementan Bangun Embung, Lahan Pertanian di 3 Desa Teraliri Air

"Embung memastikan air akan selalu tersedia. Bahkan saat musim kering. Makanya harus sama-sama dijaga sehingga hasil pertanian bisa maksimal."


Kementan Siap Fasilitasi Diskusi hingga Pertemuan Bilateral Antar Negara G20

1 hari lalu

Kementan Siap Fasilitasi Diskusi hingga Pertemuan Bilateral Antar Negara G20

Sejumlah rangkaian kegiatan AMM kali ini ditujukan untuk memperkuat sinergi antara negara-negara yang tergabung dalam forum G20.


Para Menteri Pertanian Dunia Akan Bertemu Di Bali, Ini Isu yang Dibahas

1 hari lalu

Para Menteri Pertanian Dunia Akan Bertemu Di Bali, Ini Isu yang Dibahas

Pertemuan para Menteri Pertanian G20 nantinya akan membahas komitmen upaya bersama dalam sisi pangan berkelanjutan.


Kementan Dorong Penyuluh Kuasai Multimedia

3 hari lalu

Kementan Dorong Penyuluh Kuasai Multimedia

Kementan mendukung peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pertanian yang profesional.


1,4 Juta Kilogram Hortikultura Impor Tertahan, Ombudsman: Kementan Izinkan Dilepas dengan Syarat

3 hari lalu

1,4 Juta Kilogram Hortikultura Impor Tertahan, Ombudsman: Kementan Izinkan Dilepas dengan Syarat

Ombudsman RI mengaku telah menerima respons dari Kementan soal penahanan 1,4 juta kilogram produk impor hortikultura di tiga pelabuhan.


Dibantu Perbankan, Kementan Optimis Modernisasi Pertanian Kian Cepat

4 hari lalu

Dibantu Perbankan, Kementan Optimis Modernisasi Pertanian Kian Cepat

Untuk petani, khususnya yang tergaung dalam Poktan, dukungan perbankan ini bisa dimaksimalkan untuk menggenjot produksi.


Kementan Berharap Petani Maksimalkan Alsintan untuk Genjot Produksi

4 hari lalu

Kementan Berharap Petani Maksimalkan Alsintan untuk Genjot Produksi

Alsintan akan membuat losses ditekan, sehingga produksi lebih meningkat. Indeks pertanaman juga bisa digenjot. Karena, aktivitas tanam dan panen akan sangat singkat.