KPK Cecar Ketua PDIP Kendal Soal Duit dari Juliari Batubara di Kasus Bansos

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara, menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 29 Januari 2021. Juliari Peter Batubara, diperiksa sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi kasus menerima atau memberi suap sebesar Rp.14,5 miliar terkait Bantuan Sosial penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek di Kementerian Sosial Tahun 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara, menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 29 Januari 2021. Juliari Peter Batubara, diperiksa sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi kasus menerima atau memberi suap sebesar Rp.14,5 miliar terkait Bantuan Sosial penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek di Kementerian Sosial Tahun 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Ketua DPC PDIP Kendal Akhmat Suyuti dalam kasus korupsi Bansos Covid-19. KPK menyatakan tengah mendalami seputar pengetahuan anggota DPRD Kendal itu mengenai duit dari eks Menteri Sosial Juliari Batubara di kasus bansos.

    “Didalami pengetahuannya terkait dengan adanya pengembalian sejumlah uang oleh saksi yang diduga diterima dari tersangka JPB melalui perantaraan pihak lain,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat, 19 Februari 2021.

    Adapun Akhmat Suyuti memilih bungkam sesudah diperiksa KPK. "Enggak (saat dikonfirmasi)," kata dia.

    KPK memanggil anggota DPRD Kendal itu untuk diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Matheus Joko Santoso. Suyuti keluar dari gedung KPK sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung pergi.

    Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan 5 orang menjadi tersangka yaitu mantan Menteri Sosial Juliari Batubara, dua PPK Kemensos (Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso), serta dua pihak swasta Ardian Iskandar Maddanatja dan Harry Van Sidabukke.

    KPK menduga Juliari Batubara menyunat dana bansos Covid-19 sebanyak Rp 10 ribu dari tiap paket yang disalurkan di Jabodetabek. Jumlah duit yang diterima Juliari Batubara dari pengadaan program bansos tersebut diperkirakan mencapai Rp 17 miliar.

    Baca juga: KPK Panggil Hotma Sitompul dan Ketua PDIP Kendal di Kasus Bansos


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.