Kasus Korupsi Bansos Covid-19, Ketua PDIP Kendal Bungkam Setelah Diperiksa KPK

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Juliari Batubara memakai rompi oranye seusai menjalani pemeriksaan menaiki mobil tahanan di gedung KPK, Jakarta, Ahad, 6 Desember 2020. Juliari diduga menerima uang senilai Rp 17 miliar dari dua pelaksanaan paket bantuan sosial (bansos), terkait sembako penanganan Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Sosial Juliari Batubara memakai rompi oranye seusai menjalani pemeriksaan menaiki mobil tahanan di gedung KPK, Jakarta, Ahad, 6 Desember 2020. Juliari diduga menerima uang senilai Rp 17 miliar dari dua pelaksanaan paket bantuan sosial (bansos), terkait sembako penanganan Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPC PDIP Kendal Akhmad Suyuti bungkam seusai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi bansos Covid-19.

    Dia memilih tak menjawab saat ditanya wartawan. "Enggak," kata dia singkat di pelataran Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 19 Februari 2021.

    KPK memanggil anggota DPRD Kendal itu untuk diperiksa sebagai saksi untuk tersangka, Matheus Joko Santoso. Suyuti keluar dari gedung sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung pergi.

    Baca juga: Pusako Minta KPK Waspada, Jangan Sampai Tersangka Korupsi Bansos Menghilang

    Selain Suyuti, KPK juga memanggil dua orang saksi yaitu pengacara senior Hotma Sitompul dan istri Matheus, Elfrida Gusti Gultom. KPK belum menjelaskan materi pemeriksaan untuk mereka.

    Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan 5 orang menjadi tersangka yaitu Menteri Sosial Juliari Batubara, dua PPK Kemensos, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso; serta dua pihak swasta Ardian Iskandar Maddanatja dan Harry Van Sidabukke.

    KPK menduga Juliari menyunat dana bansos Covid-19 sebanyak Rp 10 ribu dari tiap paket yang disalurkan di Jabodetabek. Jumlah duit yang diterima Juliari dalam kasus korupsi bansos Covid-19 diperkirakan mencapai Rp 17 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?