Kuasa Hukum Sebut Nurhadi Tak Keberatan Hengky Soenjoto Ubah Keterangan di BAP

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA Nurhadi (kanan) tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 8 Februari 2021. Nurhadi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ferdy Yuman atas dugaan merintangi penyidikan kasus dugaan suap sebesar Rp46 miliar terhadap dirinya terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung tahun 2011-2016. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa kasus suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA Nurhadi (kanan) tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 8 Februari 2021. Nurhadi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ferdy Yuman atas dugaan merintangi penyidikan kasus dugaan suap sebesar Rp46 miliar terhadap dirinya terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung tahun 2011-2016. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Muhammad Rudijto selaku kuasa hukum mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi dan menantunya Rezky Hebriyono mengatakan pihaknya tidak merasa keberatan terkait adanya pengubahan keterangan saksi Hengky Soenjoto dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Pengubahan keterangan tersebut diungkap oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rizka Anung Nata di dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis 18 Februari 2021.

    "Kami tidak keberatan. Apa yang disampaikan oleh saudara Hengky ketika melakukan perubahan itu masuk akal," kata Rudjito dalam keterangannya, Jumat 19 Februari 2021.

    Hengky merupakan kakak dari Direktur Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto yang juga terseret dalam perkara ini. Pengubahan keterangan itu dilakukan saat Hengky menjalani pemeriksaan yang ketiga.

    Sebelumnya, penyidik KPK Rizka Anung mengungkapkan Hengky Soenjoto mengubah keterangan saat diperiksa menjadi saksi untuk yang ketiga kalinya. Rizka menyebut Hengky mengubah keterangan menjadi perkara PT MIT melawan UOB, bukan PT MIT melawan PT KBN.

    ADVERTISEMENT

    Baca: Kuasa Hukum Nurhadi Berdalih Uang Rp 9,5 M adalah Utang Rezky Hebriyono

    "Kemudian ketika diubah (keterangan) saya tanyakan (kepada Hengky), kasasi UOB ini perkara yang mana?. Mestinya kalau (perkara PT MIT lawan UOB) itu ada, sudah dijelaskan oleh tim 'lawyer' yang lain dari MIT," kata dia.

    Dalam ponsel milik Hengky yang disita tim penyidik, kata Rizka, tidak ada percakapan soal perkara PT MIT melawan UOB. "Padahal itu tidak ada dalam pembahasan sebelumnya (soal UOB), dalam chat-chat dia dengan Hiendra Soenjoto pun tidak ada UOB," kata Rizka.

    Nurhadi dan menantunya yakni Rezky Hebriyono didakwa menerima suap sejumlah Rp45,726 miliar dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) 2014-2016 Hiendra Soenjoto dan gratifikasi senilai Rp37,287 miliar dari sejumlah pihak pada periode 2014-2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji