Demokrat Minta Marzuki Alie dan Hasto PDIP Tak Mengadu SBY dengan Megawati

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato Refleksi Akhir Tahun "Indonesia Tahun 2020: Peluang, Tantangan & Harapan", di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu 11 Desember 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra meminta tak ada yang mengadu domba mantan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Ataupun mengadu domba Partai Demokrat dan PDIP," kata Herzaky menanggapi pernyataan mantan Sekretaris Jenderal Demokrat Marzuki Alie dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto tentang relasi Yudhoyono dengan Megawati, Kamis, 18 Februari 2021.

Herzaky menyebut Yudhoyono dengan Megawati sama-sama merupakan putra-putri terbaik bangsa yang pernah dipercaya memimpin negeri. Mega merupakan Presiden kelima, sedangkan SBY Presiden keenam RI.

Dia mengatakan mereka berdua sudah sepantasnya ditempatkan di posisi terhormat. "Tidak malah kita bawa-bawa dan adu domba untuk kepentingan pribadi, apalagi segelintir orang yang tidak bermartabat," ujar Herzaky.

Marzuki Alie sebelumnya membeberkan cerita tentang ucapan Yudhoyono menjelang Pilpres 2004 saat dirinya diwawancarai terkait polemik pengambilalihan Partai Demokrat di podcast Akbar Faizal. Menuruut Marzuki, Yudhoyono yang akan menggandeng Jusuf Kalla ketika itu menyebut bahwa Megawati kecolongan dua kali.

Hasto Kristiyanto kemudian menanggapi pernyataan Marzuki itu. Hasto menyinggung moralitas politik SBY yang disebutnya menempatkan diri sebagai orang yang dizalimi ketika akan maju sebagai calon presiden di Pemilu 2004.

"Apa yang disampaikan oleh Marzuki Alie tersebut menjadi bukti bagaimana hukum moralitas sederhana dalam politik itu tidak terpenuhi dalam sosok Pak SBY," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis, 18 Februari 2021.

Baca juga: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Pertanyakan Moralitas SBY

Herzaky pun kembali menyinggung dugaan keterlibatan Marzuki Alie dalam upaya pengambilalihan Partai Demokrat. Dia mempertanyakan sikap Marzuki yang menyebarkan informasi yang sulit diverifikasi itu. Padahal, kata Herzaky, Marzuki berkali-kali membantah terlibat dalam gerakan itu.

"Mengapa ikut-ikutan menyebar tuduhan dan informasi yang tidak dapat diverifikasi, selain oleh Pak Marzuki Alie sendiri?" ujarnya.

Menurut Herzaky, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengumumkan adanya upaya kudeta kepada publik sebagai bahan pembelajaran bersama. Ia mengatakan hal serupa bisa terjadi pada partai politik lain. Demokrat menilai gerakan tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan lantaran diduga melibatkan pejabat di lingkaran kekuasaan.

"Kami dalam berbagai pernyataan di publik selalu menegaskan kalau ini bukan AHY versus Bapak Presiden Joko Widodo, dan bukan pula biru melawan merah, apalagi Ibu Megawati dan Bapak SBY," ucapnya. Herzaky mengatakan perjuangan Demokrat adalah melawan penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat negara yang mengancam demokrasi.






Puan Maharani: PDIP dan PKB Sama-sama Partai Wong Sendal Jepit

13 jam lalu

Puan Maharani: PDIP dan PKB Sama-sama Partai Wong Sendal Jepit

Sebagai Ketua DPR, Puan Maharani menyebut dirinya sudah sering bertukar pikiran dengan Cak Imin yang juga Wakil Ketua DPR di Gedung DPR.


Kala Dewan Kolonel Jadi Guyon di Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin

14 jam lalu

Kala Dewan Kolonel Jadi Guyon di Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin

Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin diwarnai candaan seputar Dewan Kolonel yang diinisiasi politkus PDIP Johan Budi Pribaowo.


Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

18 jam lalu

Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

Hari ini di Taman Makam Pahlawan, mereka yang mengisi Dewan Kolonel hadir mendampingi Puan Maharani.


Puan Maharani dan Cak Imin Bertemu, dari Ziarah hingga Catwalk di Zebra Cross

19 jam lalu

Puan Maharani dan Cak Imin Bertemu, dari Ziarah hingga Catwalk di Zebra Cross

Meski sudah sering bertemu, Puan Maharani pun menyebut pertemuan dengan Cak Imin hari ini spesial.


Puan Maharani dan Cak Imin Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas

22 jam lalu

Puan Maharani dan Cak Imin Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas

Puan Maharani didampingi sejumlah politikus PDIP, seperti Bambang Wuryanto, Utut Adianto, hingga Trimedya Panjaitan.


Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

1 hari lalu

Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

NSN melansir hasil surveinya yang menempatkan PDIP dan PSI menduduki peringkat teratas elektabilitas di DKI Jakarta.


Megawati Ingin Bangun Kantor Partai di Empat Pulau Terluar, Ini Alasannya

1 hari lalu

Megawati Ingin Bangun Kantor Partai di Empat Pulau Terluar, Ini Alasannya

Ketua Umum PDIP Megawati ingin memiliki kantor partai di Sabang, Merauke, Miangas, dan Pulau Rote


Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

1 hari lalu

Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

Mischa Hasnaeni Moein ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kprupsi PT Waskita Beton. Kenapa ia dikenal sebagai wanita emas?


Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

1 hari lalu

Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

Gibran mengatakan kunjungannya ke rumah Rocky Gerung yang kerap mengkritisi pemerintahan Jokowi itu tidak ada ketegangan justru berdiskusi santai


Kemendagri Bantah Ada Utusan Jokowi ke Demokrat Bahas Pengisian Wagub Papua

1 hari lalu

Kemendagri Bantah Ada Utusan Jokowi ke Demokrat Bahas Pengisian Wagub Papua

Kemendagri membantah soal adanya utusan Jokowi ke Partai Demokrat untuk membahas pengisian posisi kursi Wagub Papua.