Satgas Jelaskan Alasan Penyintas Covid-19 Masih Berpeluang Terinfeksi Kembali

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan kantong yang berisi plasma konvalesen di Kantor PMI DKI Jakarta, Senin, 15 Februari 2021. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia mengajak para penyintas COVID-19 untuk menjadi pendonor plasma konvalesen. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas menunjukkan kantong yang berisi plasma konvalesen di Kantor PMI DKI Jakarta, Senin, 15 Februari 2021. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia mengajak para penyintas COVID-19 untuk menjadi pendonor plasma konvalesen. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan memang ada sejumlah temuan kasus penyintas Covid-19 yang kembali terinfeksi di Indonesia. Padahal, kata Wiku, tubuh mereka yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 semestinya sudah membentuk kekebalan antibodi secara alami.

    Fenomena reinfeksi ini, kata Wiku, masih menjadi pertanyaan para ilmuwan. "Virus SARS-CoV-2 adalah tipe virus Corona yang baru, sehingga pertanyaan terkait imunitas yang terbentuk setelah terpapar masih menjadi tanda tanya bagi para ilmuwan," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis, 18 Februari 2021.

    Namun, kata Wiku, berdasarkan kajian Hong Kong Medical Journal yang diterbitkan pada 2020 menyebutkan ada beberapa hal yang diperkirakan menjadi faktor penyebab penyintas terinfeksi kembali.

    Baca juga: Gangguan Psikologis Pada Penyintas Covid-19 Butuh Dukungan Keluarga

    ADVERTISEMENT

    Pertama, karena virus masih bersembunyi di dalam tubuh. Kedua, kontaminasi silang dari strange virus lainnya. "Ketiga, bisa juga karena hasil pemeriksaan pasien positif palsu atau false positive," ujarnya.

    Fakta ini, kata Wiku, menandakan bahwa tidak ada alasan bagi penyintas Covid-19 untuk mengabaikan protokol kesehatan karena peluang terinfeksi kembali masih ada.

    Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan aturan terbaru yang membolehkan penyintas mengikuti vaksinasi Covid-19.

    "Penyintas dapat divaksinasi jika sudah lebih dari 3 bulan," demikian tertera dalam Surat Edaran Nomor: HK.02.02/I/ /2021 yang diteken Plt Dirjen P2P Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu tertanggal 11 Februari 2021.

    Kendati demikian, vaksin pun tidak menjamin 100 persen seseorang tidak akan tertular Covid-19. BPOM menyebut efikasi vaksin Covid-19 asal Sinovac, yang kini masih menjadi satu-satunya vaksin yang tersedia di Indonesia, memiliki efikasi sebesar 65 persen. Artinya, masih ada risiko penularan 35 persen bagi mereka yang sudah divaksin.

    Dengan demikian, Satgas Covid-19 mengimbau seluruh masyarakat, termasuk penyintas Covid-19, tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan meskipun sudah menjalani vaksinasi Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.