Ombudsman: Sultan HB X Bersedia Buka Ruang Dialog Soal Pergub

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan pidato dalam peringatan sewindu Undang-undang Keistimewaan di Keraton Yogyakarta, Senin 31 Agustus 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan pidato dalam peringatan sewindu Undang-undang Keistimewaan di Keraton Yogyakarta, Senin 31 Agustus 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Ombudsman RI perwakilan DIY-Jawa Tengah, Budhi Masturi mengatakan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan HB X bersedia membuka ruang dialog bagi masyarakat yang keberatan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 1 Tahun 2021.

    Hal itu disampaikan Budhi setelah menemui Gubernur DIY Sri Sultan HB X didampingi Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji dan Kepala Biro Hukum Setda DIY Dewo Isnu Broto di Kantor Kepatihan, Yogyakarta untuk meminta penjelasan mengenai Pergub tentang Pengendalian Pelaksanaan Pendapat di Muka Umum Pada Ruang Terbuka itu.

    "Prinsipnya Pak Gubernur sangat terbuka. Dia menjelaskan latar belakangnya. Kedua, beliau membuka ruang untuk menjelaskan dan berdialog dengan masyarakat yang keberatan dengan Pergub itu," kata Budhi Masturi Rabu 17 Februari 2021.

    Dua pekan lalu, Ombudsman DIY-Jateng menerima pengaduan dari Aliansi Rakyat untuk Demokrasi Yogyakarta (ARDY) terkait dugaan maladministrasi dalam penyusunan Pergub Nomor 1/2021. ARDY menilai Pergub itu berpotensi melanggar hak asasi manusia, terutama hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

    Merespon aduan itu, Ombudsman DIY-Jateng berupaya mengumpulkan data, fakta, dan informasi untuk menelaah ada atau tidaknya potensi maladministrasi itu.

    Baca: Ombudsman Yogya Temui Sultan HB X Soal Pergub Aturan Berpendapat

    "Saya memang baru meminta penjelasan seputar latar belakang filosofis, sosiologis, yuridis, dan historis tentang kebijakan tersebut. Pak Gubernur menjelaskan semua yang kita minta," kata Budhi.

    Terkait aspek yang lebih teknis mengenai Pergub Nomor 1/2021, menurut dia, Sultan HB X mempersilakan meminta penjelasan langsung kepada Kepala Biro Hukum Setda DIY sebagai leading sector penyusunan beleid itu.

    Kendati tidak masuk dalam aduan yang bersifat darurat, menurut dia, salah satu hal mendasar yang menjadi perhatian Ombudsman adalah kemungkinan terganggunya pelayanan Pemda DIY dalam pemenuhan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi apabila Pergub itu diterapkan.

    "Apalagi di dalam Pergub itu kita melihat ada klausul-klausul berkenaan koordinasi dengan aparat penegak hukum termasuk TNI. Itu yang menjadi keresahan dari pelapor," kata Budhi.

    Sebelumnya, ARDY menganggap Pergub tersebut melanggar HAM. Salah satu alasannya karena melarang kawasan sekitar Istana Negara Gedung Agung, Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Keraton Kadipaten Pakualaman, Kotagede, dan Malioboro sebagai lokasi unjuk rasa.

    Demonstrasi hanya bisa dilakukan pada radius 500 meter dari pagar atau titik terluar. Sementara di kawasan larangan tersebut terdapat sejumlah lembaga negara, seperti Gedung DPRD DIY dan Kantor Pemda DIY.

    Bahkan pada 16 Februari 2021, ARDY melaporkan Sultan HB X ke Komnas HAM atas dugaan pelanggaran HAM terkait Pergub tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.