KPK Dalami Penggunaan Uang Suap untuk Belanja Edhy Prabowo dan Istri di AS

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 21 Januari 2021. Edhy Prabowo, diperiksa sebagai tersangka, dalam tindak pidana korupsi kasus menerima hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya Tahun 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 21 Januari 2021. Edhy Prabowo, diperiksa sebagai tersangka, dalam tindak pidana korupsi kasus menerima hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya Tahun 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mendalami penggunaan uang diduga hasil suap oleh mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Edhy Prabowo bersama istrinya. Edhy merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster.

    Pendalaman dilakukan dengan memeriksa tersangka Andreau Misanta Pribadi selaku staf khusus Edhy. KPK, kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, mendalami dugaan aliran uang yang ditampung melalui beberapa rekening perbankan milik Andreau.

    "Uang-uang tersebur diduga bersumber dari para eksportir benur yang kemudian dipergunakan untuk keperluan pribadi tersangka EP dan istri," ucap Ali melalui keterangan tertulis, Rabu, 17 Februari 2021.

    Dalam perkara ini, Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menerima suap dari perusahaan-perusahaan yang mendapat penetapan izin ekspor benih lobster menggunakan perusahaan forwarder. Suap itu diduga ditampung dalam satu rekening hingga mencapai  Rp 9,8 miliar.

    ADVERTISEMENT

    Uang yang masuk ke rekening PT PT Aero Citra Kargo yang saat ini jadi penyedia jasa kargo satu-satunya untuk ekspor benih lobster itu selanjutnya ditarik ke rekening pemegang PT ACK, yaitu Ahmad Bahtiar dan Amri senilai total Rp 9,8 miliar.

    Selanjutnya pada 5 November 2020, Ahmad Bahtiar mentransfer ke rekening staf istri Edhy bernama Ainul sebesar Rp 3,4 miliar yang diperuntukkan bagi keperluan Edhy dan istrinya, Iis Rosita Dewi Safri, serta Andreau.

    Uang tersebut antara lain dipergunakan untuk belanja barang mewah oleh Edhy Prabowo dan istrinya di Honolulu, Amerika Serikat pada 21 sampai dengan 23 November 2020 sejumlah sekitar Rp 750 juta. Barang mewah yang dibeli antara lain berupa jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, dan baju Old Navy. Selain itu, sekitar Mei 2020, Edhy juga diduga menerima 100 ribu dolar AS dari Suharjito melalui Safri dan Amiril.

    ANDITA RAHMA

    Baca Juga: KPK Beberkan Daftar Belanja Mewah Edhy Prabowo di Sidang Perdana Suap Benur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.