Longsor Nganjuk, 101 Warga Desa Ngetos Mengungsi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TIM SAR mengevakuasi jenazah korban tanah longsor  di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Senin, 15 Februari 2021. Pencarian hari pertama korban tanah longsor, tim SAR berhasil mengevakuasi sedikitnya tujuh jenazah korban. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TIM SAR mengevakuasi jenazah korban tanah longsor di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Senin, 15 Februari 2021. Pencarian hari pertama korban tanah longsor, tim SAR berhasil mengevakuasi sedikitnya tujuh jenazah korban. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 101 warga Desa Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, masih mengungsi setelah longsor. Para warga terdampak longsor Nganjuk ini mengungsi di halaman SD Negeri 3 Ngetos.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk mengoperasikan dapur umum dan pelayanan kesehatan.

    "Di samping warga yang mengungsi, per pukul 20.19 WIB, dikabarkan BPBD setempat mencatat sebanyak 54 KK atau 186 warga terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Februari 2021.

    Sementara itu, Raditya juga mengatakan longsor mengakibatkan 12 warga meninggal dan 20 luka-luka. Mereka yang luka mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat. Hingga semalam, tujuh warga masih dinyatakan hilang.

    Baca juga: Hujan Tinggi Picu Longsor di Nganjuk

    Tim gabungan terus berupaya untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban yang diperkirakan tertimbun longsor. "Tim gabungan telah mengerahkan 5 alat berat untuk membantu pencarian korban di lokasi longsoran," kata Raditya.

    Peristiwa longsor di Desa Ngetos dipicu salah satunya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Rumah warga yang berada di bawah tebing kemiringan tertimbun longsoran hingga mengakibatkan 8 unit rumah warga rusak berat. BPBD Kabupaten Nganjuk menyebut longsor Nganjuk terjadi pada Ahad, 14 Februari 2021 lalu, pukul 18.30 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.