Ganjar: Vaksin Covid-19 Aja Datang Dicicil, Kok Ngomong Dihukum, Enggak Usah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) disuntik vaksin COVID-19 produksi Sinovac (CoronaVac) oleh vaksinator dokter senior spesialis penyakit dalam Zulfachmi Wahab (kanan) di RSUD Tugurejo, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 14 Januari 2021. Ganjar Pranowo mendapatkan suntikan pertama di Jawa Tengah untuk menandai dimulainya program vaksinasi massal di sejumlah daerah di Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Humas Pemprov Jateng-Arif Slam

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) disuntik vaksin COVID-19 produksi Sinovac (CoronaVac) oleh vaksinator dokter senior spesialis penyakit dalam Zulfachmi Wahab (kanan) di RSUD Tugurejo, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 14 Januari 2021. Ganjar Pranowo mendapatkan suntikan pertama di Jawa Tengah untuk menandai dimulainya program vaksinasi massal di sejumlah daerah di Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Humas Pemprov Jateng-Arif Slam

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan tak sepakat jika masyarakat yang menolak vaksin Covid-19 dijatuhi sanksi. Ganjar juga berpendapat energi yang ada akan habis bila membicarakan sanksi pada saat ini.

    Ia beralasan, vaksin yang tersedia di Indonesia pun masih dalam jumlah terbatas. "Lha wong ini vaksinnya itu datangnya juga dicicil kok ngomong dihukum. Enggak usah," kata Ganjar kepada Tempo, Selasa malam, 16 Februari 2021.

    Ganjar mengatakan para penolak vaksin sebaiknya diedukasi ketimbang dihukum. Dia pun menilai tak masalah bila vaksinasi terhadap mereka yang menolak itu ditunda terlebih dulu. Di masa penundaan itu, pemerintah dapat menggalakkan sosialisasi dan edukasi kepada mereka.

    Baca juga: Deretan Kepala Daerah yang Ikut Vaksinasi Covid-19

    ADVERTISEMENT

    "Kecuali barangnya sudah ada, ratusan juta (dosis vaksin) itu sudah di depan mata, kita targetkan satu bulan selesai, enggak apa-apa dihukum. Tapi kan barangnya belum ada," ujarnya.

    Politikus PDI Perjuangan ini menyebut, vaksinasi terhadap para penolak vaksin itu dapat digeser ke jadwal penyuntikan gelombang terakhir. "Enggak usah ngomong hukuman sekarang, nanti diskusinya hukuman, bukan suntikan. Kamu enggak setuju, ya udah kamu nanti aja terakhir Desember, selama sampai Desember kamu tak edukasi," kata Ganjar Pranowo.

    Ganjar pun mengaku sudah menyampaikan sikapnya soal sanksi bagi para penolak vaksin ini kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ganjar mengklaim Budi menyatakan setuju dengan opsi yang dia tawarkan. "Kalau Pak Menteri setuju. Beliau serahkan aja kepada kami di daerah."

    Aturan sanksi terhadap masyarakat yang menolak vaksinasi Covid-19 ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Covid-19.

    Dalam Pasal 13A ayat (2) disebutkan bahwa setiap orang yang ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin Covid-19 wajib mengikuti vaksinasi Covid-19. Adapaun dalam Pasal 13A ayat (4) dinyatakan, mereka yang telah ditetapkan tetapi tidak mengikuti vaksinasi dikenai sanksi administratif berupa penundaan atau penghentian pemberian bantuan sosial; penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan; dan/atau denda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.