Polri Ikut Turun Buru Buron WN Rusia Kasus Narkoba

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono saat menggelar konferensi pers harian di Gedung Divisi Humas, Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Januari 2021 (Tempo/Andita Rahma)

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono saat menggelar konferensi pers harian di Gedung Divisi Humas, Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Januari 2021 (Tempo/Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI ikut turun memburu buron Interpol Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka yang kabur dari kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali. Ia merupakan warga negara Rusia yang tengah menjalani hukuman pidana di Lembaga Pemasyarakat Kelas IIA Kerobokan akibat kasus narkoba.

    "Untuk personel yang dilibatkan dari dua tim Reserse Mobile Kepolisian Daerah Bali dan dua tim Reserse Mobile Kepolisian Resor Kota Denpasar, berjumlah 40 orang. Mabes Polri sendiri tetap melakukan pemantauan," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono saat dikonfirmasi pada Senin, 15 Februari 2021.

    Andrew melarikan diri dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada 11 Februari 2021 sekitar pukul 13.20 WITA. Ia melarikan dalam proses administrasi pemindahan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar.

    Sebelum melarikan diri, Andrew diketahui dijenguk oleh rekan wanitanya Ekaterina Trubkina yang juga warga Rusia

    Sebelumnya, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Bali, Parlindungan, berharap peran serta masyarakat agar segera melapor bila melihat atau mengetahui keberadaan kedua buron tersebut. 

    ANDITA RAHMA

    Baca: KPK Periksa Keluarga untuk Cari Keberadaan Harun Masiku

     `


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.