Jokowi Resmikan Bendungan Tukul di Pacitan Dibangun 6 Tahun dengan Biaya Rp916 M

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi sah meresmikan secara langsung Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Ahad, 14 Februari 2021. Bendungan ini dibangun sejak enam tahun lalu dan menelan biaya Rp916 miliar.

    "Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Bendungan Tukul di Pacitan Jawa Timur saya resmikan hari ini," ujar Jokowi dilanjutkan dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti, Ahad, 14 Februari 2021.

    Jokowi menyebut, Bendungan Tukul ini akan sangat bermanfaat dan memiliki peran penting bagi masyarakat. Di antaranya; untuk pengendalian banjir, mengairi sawah, air irigasi dan penyediaan air baku kurang lebih 300 ribu liter per detik.

    Baca: 5 Sindiran Atas Pernyataan Presiden Jokowi Minta Dikritik

    ADVERTISEMENT

    "Dengan kapasitas tampung 8,7 juta meter kubik, bendungan ini bisa memberikan manfaat sangat besar yaitu 600 hektare sawah sehingga meningkatkan indeks pertanaman yaitu dari tadinya satu kali tanam padi dan satu kali tanam palawija menjadi dua kali tanam padi dan dua kali tanam palawija," ujar Jokowi.

    Jokowi mengatakan, ada 65 bendungan di seluruh Indonesia yang mulai dibangun sejak enam tahun lalu. Selain, Bendungan Tukul, beberapa bendungan lain sudah siap diresmikan. Pekan depan, Presiden akan meresmikan beberapa bendungan di Provinsi NTT, Kalimantan Selatan dan Banten.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...