Cuitannya Dipolisikan, Novel Baswedan: Yang Saya Sampaikan Itu Adalah Kepedulian

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novel Baswedan menyapa awak media usai berlangsungnya rekonstruksi penyiraman air keras di kediamannya, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020. Penyidik senior KPK ini mengatakan mata kirinya sudah tak bisa melihat secara permanen. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Novel Baswedan menyapa awak media usai berlangsungnya rekonstruksi penyiraman air keras di kediamannya, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020. Penyidik senior KPK ini mengatakan mata kirinya sudah tak bisa melihat secara permanen. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Novel Baswedan mengatakan cuitannya mengenai kematian Soni Eranata atau Maaher At-Thuwailibi di Rutan Bareskrim adalah bentuk kemanusiaan. “Apa yang saya sampaikan itu adalah bentuk kepedulian terhadap rasa kemanusiaan,” kata Novel lewat keterangan tertulis, Kamis, 11 Februari 2021.

    Dia menganggap pelaporan itu aneh dan tidak ingin dia tanggapi. Dia mengatakan hampir tidak pernah terdengar ada tahanan kasus penghinaan yang meninggal di Rutan. “Jadi ini ada masalah, bukan hal wajar menahan orang yang sakit, justru ketika pernyataan yang demikian penting tersebut dilaporkan itu yang aneh,” kata dia.

    Sebelumnya, Novel dilaporkan ke Bareskrim oleh DPP Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas. DPP Pemuda melaporkan Novel atas dugaan ujaran provokasi dan hoaks di media sosial karena cuitannya mengenai kematian ustad Maaher.

    Dalam laporannya ke Bareskrim, DPP PPMK mengatakan Novel melanggar Pasal 14 dan Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 dan juga UU ITE Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 ahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008.

    ADVERTISEMENT

    Baca: Ini Cuitan Novel Baswedan soal Ustad Maaher yang Dipolisikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...