Dino Patti Djalal 4 Kali Jadi Korban Komplotan Sertifikat Rumah, Ini Modusnya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saat video conference antara Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Pendiri Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal dengan para diaspora dari berbagai negara di dunia yang diselenggarakan di kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat (15/5/2020) malam.

    Saat video conference antara Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Pendiri Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal dengan para diaspora dari berbagai negara di dunia yang diselenggarakan di kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat (15/5/2020) malam.

    TEMPO.CO, Jakarta -Dino Patti Djalal, eks Juru Bicara Presiden di era Susilo Bambang Yudhoyono, mengaku telah berkali-kali menjadi target komplotan pencuri sertifikat rumah.

    Yang terakhir, baru saja ia kabarkan lewat cuitan di Twitter pribadinya, @dinopattidjalal, Selasa, 9 Februari 2021.

    "Satu lagi rumah keluarga saya dijarah komplotan pencuri sertifikat rumah. Tahu-tahu sertifikat rumah milik Ibu saya telah beralih nama di BPN padahal tidak ada AJB (akta jual beli), tidak ada transaksi, bahkan tidak ada pertemuan apapun dengan Ibu saya," kata Dino dalam cuitannya.

    Saat dikonfirmasi Tempo, Dino mengatakan kasus ini merupakan yang keempat kalinya. Sebelumnya, sudah ada tiga rumah milik keluarganya yang diincar oleh komplotan penyerobot sertifikat rumah tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Rumah-rumah tersebut, kata Dino, adalah rumah milik keluarga ibunya yang memang sudah sejak 40 tahun berbisnis properti.

    Ia mengatakan modus komplotan maling itu adalah dengan mengincar target, membuat KTP palsu, dan kemudian berkolusi dengan broker hitam alias notaris bodong. Mereka kemudian membayar orang untuk berperan sebagai pemilik KTP palsu dan menyatakan orang itu 'mirip foto di KTP'.

    "Komplotan ini sudah secara terencana menargetkan sejumlah rumah ibu saya yang sudah tua," kata Dino.

    Baca juga : Penggantian Sertifikat Fisik jadi Sertifikat Tanah Elektronik Sifatnya Sukarela

    Ia mengatakan kasus pertama terjadi sejak tahun lalu. Pada kasus rumah ketiga, ia mengatakan para pelaku lapangan sempat tertangkap oleh polisi.

    "Cuma setelah ketangkap mereka dibebaskan setelah dua bulan. Tapi bosnya belum ketangkap," kata Dino.

    Ia pun mempertanyakan komitmen kepolisian dalam mengusut kasus ini. Kasus rumah keempat alias kasus terakhir yang menimpanya, juga telah dilaporkan pada kepolisian. Petugas polisi pun telah datang ke rumahnya untuk meminta keterangan.

    Namun Dino meminta agar polisi tak setengah-setengah dalam menggarap kasus ini. "Tak cukup hanya menangkap yang di bawah. Yang di atasnya itu ada orangnya. Dalangnya ada, dan dia bermain di semua rumah," kata Dino.

    Ia mengatakan dari keempat kasus yang terjadi pada dirinya, ada kesamaan modus dan bahkan pelaku yang sama. Dino pun mengatakan komplotan sertifikat rumah keluarga dia, kini sudah mulai bisa teridentifikasi.

    Di Twitternya, Dino bahkan meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kapolda Metro Jaya agar ikut memperhatikan masalah mafia tanah ini.

    "Saya mohon perhatian Gubernur @aniesbaswedan + Kapolda Metro untuk meringkus semua komplotan mafia tanah yang kiprahnya semakin rugikan + resahkan rakyat," kata Dino Patti Djalal yang juga mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat tersebut

    EGIADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.