Ini Alasan Jokowi Menyiapkan Jatah Vaksin Covid-19 untuk Jurnalis

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbicara setelah mendapat injeksi vaksin Covid-19 yang kedua, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021. Foto:  Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo berbicara setelah mendapat injeksi vaksin Covid-19 yang kedua, di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 27 Januari 2021. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan pemerintah sudah menyiapkan jatah vaksin Covid-19 untuk 5.000 wartawan di akhir Februari hingga awal Maret 2021. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Istana Negara, Jakarta pada Selasa, 9 Februari 2021.

    "Tadi saya sudah bisik-bisik ke Prof Nuh (Ketua Dewan Pers). Untuk awal nanti, di akhir bulan Februari sampai awal Maret, untuk awak media sudah kami siapkan kira-kira 5.000 orang, untuk bisa divaksin" ujar Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 9 Februari 2021.

    "Nanti begitu keluar dari Bio Farma 12 juta (dosis), kita berikan 5.000 untuk awak media," tuturnya.

    Baca: Selebgram Helena Lim Dapat Vaksin Covid-19, Kemenkes Bilang Begini

    PT Bio Farma (Persero) sejauh ini sudah mengolah bahan baku atau bulk vaksin Covid-19 produksi Sinovac, Cina menjadi 3 juta dosis vaksin siap pakai per 20 Januari 2021. Perusahaan negara itu
    mengejar target maksimal produksi, yaitu mencapai 12 juta dosis pada Februari 2021. Seluruh produksi ini menggunakan 15 juta bahan baku vaksin yang sudah masuk sejak pertengahan Januari lalu.

    Saat pandemi ini, kata Jokowi, insan pers tetap bekerja dan berada di garis terdepan untuk mengabarkan setiap perkembangan situasi dan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, menjaga optimisme serta menjaga harapan. Sehingga, wartawan dinilai menjadi salah satu pelayan publik yang patut mendapat prioritas vaksin Covid-19. "Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh insan pers karena membantu pemerintah untuk mengedukasi masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan dan membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar dan tepat," ujar Jokowi.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?