Isu Demo Pemakzulan Jokowi - Ma'ruf, BEM SI: Kami Tidak Terlibat di Dalamnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Petugas Pengaman Demonstrasi/unjuk rasa/ Petugas Anti Huru-hara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Ilustrasi Petugas Pengaman Demonstrasi/unjuk rasa/ Petugas Anti Huru-hara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Remy Hastian menyampaikan klarifikasi bahwa rencana aksi demonstrasi dengan agenda menuntut  pemakzulan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf), tidak datang dari mereka.

    "Tidak benar adanya BEM SI akan melaksanakan aksi pemakzulan Presiden Jokowi Pada Jumat 12 Februari 2021, serta tidak terlibat sama sekali di dalamnya," demikian keterangan Remy yang dikirimkan kepada Tempo, Selasa, 9 Februari 2021.

    BEM SI, ujar Remy, menjunjung tinggi nilai demokrasi dan bertindak konstitusional, serta tidak membenarkan tindakan inkonstitusional berupa pemakzulan secara paksa (kudeta) terhadap Presiden RI.

    "Pesan berantai yang tersebar merupakan atas nama BEM Indonesia bukan Aliansi BEM Seluruh Indonesia," ujarnya.

    Namun, Remy menegaskan bahwa BEM SI tetap menolak adanya upaya penggabungan kembali Dwifungsi ABRI yang jauh dari cita-cita reformasi. BEM SI juga masih konsisten menolak adanya kebijakan tidak pro-rakyat seperti disahkannya Omnibus UU Cipta Kerja, UU Minerba, UU KPK dan UU lainnya yang memberangus hak dan menyengsarakan rakyat Indonesia.

    Baca: BEM SI Sebut Tak Kenal BEM Indonesia yang Serukan Aksi Pemakzulan Jokowi

    Sebelumnya, pesan berantai beredar di WA menyebut aksi BEM Indonesia akan digelar pada Jumat mendatang, 12 Februari 2021 atau bertepatan dengan Hari Raya Imlek. Aksi disebut akan dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan titik kumpul Tugu Proklamasi, Menteng, kemudian menuju kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan dan berakhir di Taman Pandang, Monumen Nasional.

    Dalam pesan tersebut, tertulis bahwa rezim Jokowi sangat jauh dari harapan rakyat, tidak amanah, menyalahgunakan jabatan, dan tidak berkeadilan hukum dalam banyak kasus. Tertulis ajakan untuk mengawal demokrasi yang berkeadilan, konstitusi, dan Pancasila.

    "Kembalikan Dwifungsi ABRI sbg alat pertahanan keamanan negara serta berpolitik, bubarkan kabinet dan parlemen, bentuk DPRMPRS.

    RAKYAT BERSATU...

    Mari kita semua bersatu menyuarakan hak-hak rakyat dan turunkan presiden jokowi dari kursi istana !" demikian bunyi pesan teks yang ditulis tanpa kaidah baku tersebut.

    Para peserta aksi pemakzulan diminta mengenakan baju berwarna putih dan bawahan berwarna hitam. Tak ada informasi narahubung dalam pesan ini, hanya tertulis BEM Indonesia sebagai PIC.


    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...