Istana: Kebebasan Pers Wajib Dijaga, Pemerintah Butuh Kritik Keras dan Pedas

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu Retno Marsudi (kanan) dan Seskab Pramono Anung mengikuti KTT ASEAN ke-36 secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat 26 Juni 2020. Dalam KTT dengan tuan rumah Vietnam tersebut, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya untuk memperkuat kerja sama antar negara anggota ASEAN dalam pemulihan ekonomi dampak pandemi COVID-19 serta mengusulkan perlunya pengaturan ASEAN Travel Corridor. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Menlu Retno Marsudi (kanan) dan Seskab Pramono Anung mengikuti KTT ASEAN ke-36 secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat 26 Juni 2020. Dalam KTT dengan tuan rumah Vietnam tersebut, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya untuk memperkuat kerja sama antar negara anggota ASEAN dalam pemulihan ekonomi dampak pandemi COVID-19 serta mengusulkan perlunya pengaturan ASEAN Travel Corridor. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengucapkan selamat atas Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 pada Selasa, 9 Februari 2021. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, ujar Pramono, kebebasan pers wajib dijaga.

    Sebagai negara demokrasi, ujar Pramono Anung, kebebasan pers merupakan tiang utama untuk menjaga demokrasi tetap berlangsung.

    “Bagi pemerintah, kebebasan pers, kritik, saran, masukan itu seperti jamu, menguatkan pemerintah. Kita memerlukan kritik yang terbuka, kritik yang pedas, kritik yang keras, karena dengan kritik itulah pemerintah akan membangun lebih terarah dan lebih benar,” ujar Pramono dalam video yang diunggah di laman resmi Sekretariat Kabinet, Selasa, 9 Februari 2021.

    Namun, Pramono juga berpesan agar kebebasan tersebut diterapkan dengan benar. Apalagi saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada maraknya hoaks yang beredar terutama di media sosial.

    ADVERTISEMENT

    “Perlu literasi dan edukasi kepada kita semua bahwa kebebasan ini harus diisi secara benar. Jangan kemudian kebebasan diisi dengan hal-hal yang tidak produktif,” tuturnya.

    Pers yang kuat dan berintegritas, lanjut dia, adalah hal yang harus dipenuhi untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa pemenang.

    Untuk itu, di momen peringatan HPN 2021 ini, Pramono mengajak seluruh insan pers untuk terus menjaga integritas dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dalam melaksanakan tugasnya. Pramono meyakini dengan adanya fungsi kontrol dari pers, maka pemerintah dan juga masyarakat akan semakin baik dalam kehidupannya mengisi ruang-ruang demokrasi.

    Baca juga: Majalah Tempo Sabet Adinegoro 2020 Lewat Liputan Jalan Pedang Dai Kampung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.