Survei Indikator: Kepuasan Terhadap Kinerja Demokrasi Menurun

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum PKB, Muhaimin Iskandar (dua kanan) bersama Ketua Fraksi PKB Helmy Faishal Zaini (kanan), Pengamat politik, Burhanuddin Muhtadi (dua kiri) dan Sekjen PKB Abdul Kadir Karding (kiri) dalam pernyataan terkait kenaikan harga BBM, di ruangan fraksi PKB, Senayan, Jakarta, 18 November 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketum PKB, Muhaimin Iskandar (dua kanan) bersama Ketua Fraksi PKB Helmy Faishal Zaini (kanan), Pengamat politik, Burhanuddin Muhtadi (dua kiri) dan Sekjen PKB Abdul Kadir Karding (kiri) dalam pernyataan terkait kenaikan harga BBM, di ruangan fraksi PKB, Senayan, Jakarta, 18 November 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta-Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan demokrasi masih dianggap sebagai sistem terbaik di Indonesia. Namun pada saat yang sama, publik juga menilai kritis ihwal bagaimana pelaksanaan demokrasi di Tanah Air.

    "Masyarakat kita imannya terhadap demokrasi tetap tinggi, mereka percaya demokrasi the only game in town, tetapi critical," ujar Burhanuddin dalam rilis Survei Indikator "Aspirasi Publik terkait Undang-undang Pemilu dan Pilkada", Senin, 8 Februari 2021.

    Burhanuddin berujar hasil survei lembaganya mencatat 71,9 persen responden menyatakan demokrasi sebagai sistem pemerintahan terbaik untuk Indonesia, meskipun tidak sempurna. Artinya, kata dia, secara normatif demokrasi mendapatkan dukungan yang sangat luas.

    Meski begitu, Burhanuddin mengatakan demokrasi tak semata-mata diukur dari persepsi ini. Dia menuturkan ada gap cukup lebar antara anggapan bahwa demokrasi merupakan sistem pemerintahan terbaik dan tingkat kepuasan terhadap berjalannya sistem demokrasi itu sendiri.

    ADVERTISEMENT

    Dari survei yang sama, tercatat hanya 53 persen responden yang menyatakan puas dengan pelaksanaan atau praktik demokrasi di Indonesia. Sedangkan sebanyak 42,6 persen menyatakan tidak puas. "Dalam setahun terakhir tingkat ketidakpuasan mengalami kenaikan tajam dari 16,9 persen pada Februari 2020 menjadi 42,6 persen pada Februari 2021," kata Burhanuddin.

    Namun Burhanuddin mengatakan bukan berarti masyarakat mengidealkan sistem lain di luar demokrasi. Hanya saja, mereka kritis terhadap bagaimana pelaksanaan demokrasi itu sendiri. Burhanuddin pun mengatakan hal ini perlu menjadi perhatian bagi para pejabat publik. Sebab, ia berujar, merekalah yang selama ini menjadi etalase bagi pelaksanaan demokrasi.

    Burhanuddin juga membeberkan tren kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo. Tingkat ketidakpuasan mengalami kenaikan meskipun angka kepuasan masih di angka 62,9 persen. Menurut Burhanuddin, angka ini merupakan titik terendah sejak Juni 2016.

    Angka ini turun dibanding hasil survei Indikator pada September 2020 yang mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden sebesar 68,3 persen. Setahun lalu atau pada Februari 2020, tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden di angka 69,5 persen.

    Dibanding hasil sigi Februari 2020, tingkat ketidakpuasan terhadap kinerja presiden saat ini justru meningkat. "Tingkat ketidakpuasan mengalami kenaikan dari 28 persen menjadi 35,6 persen dalam setahun terakhir," kata Burhanuddin.

    Survei ini digelar pada 1-3 Februari 2021 dengan menggunakan metode simple random sampling. Ada 1.200 responden yang diwawancarai melalui telepon. Tingkat margin of error survei plus minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

    Baca Juga: Survei Indikator: Kepuasan Kinerja Jokowi Capai Titik Terendah Sejak Juni 2016


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.