KPK Periksa Terduga Operator Ihsan Yunus di Kasus Bansos Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu adegan dalam reka ulang kasus pengadaan bantuan sosial (Bansos) yang digelar KPK, Senin, 1 Februari 2021, di Gedung KPK Lama, Jakarta Selatan, menunjukan adegan pemberian suap yang dilakukan tersangka Harry Van Sidabukke, berupa sepeda Brompton dan duit Rp 1,53 miliar kepada Agustri Yogasmara alias Yogas, yang disebut KPK sebagai Operator Ihsan Yunus. Tempo/Egi Adyatama

    Salah satu adegan dalam reka ulang kasus pengadaan bantuan sosial (Bansos) yang digelar KPK, Senin, 1 Februari 2021, di Gedung KPK Lama, Jakarta Selatan, menunjukan adegan pemberian suap yang dilakukan tersangka Harry Van Sidabukke, berupa sepeda Brompton dan duit Rp 1,53 miliar kepada Agustri Yogasmara alias Yogas, yang disebut KPK sebagai Operator Ihsan Yunus. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Agustri Yogasmara dalam kasus korupsi bantuan sosial Covid-19 pada Senin, 8 Februari 2021. Yogas diduga berperan sebagai operator dari anggota DPR Fraksi PDIP Ihsan Yunus.

    "Dulu pernah dipanggil sebagai saksi, namun tidak hadir dan kemudian yang bersangkutan hadir hari ini," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri, Senin, 8 Februari 2021.

    Ali belum menjelaskan materi pemeriksaan dari Yogas. Dugaan keterlibatan Yogas muncul dalam rekonstruksi kasus ini pada, Senin, 1 Januari 2021.

    Dalam salah satu adegan Ihsan Yunus diperlihatkan hadir dalam pertemuan dengan Syafii Nasution pada Februari 2021. Syafii merupakan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial. Dalam pertemuan itu, hadir pula Adi Wahyono yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, yang telah ditetapkan menjadi tersangka.

    Nama Ihsan Yunus kembali muncul saat rekonstruksi pertemuan antara Harry Van Sidabukke, tersangka pemberi suap dalam kasus ini, dengan Agustri Yogasmara alias Yogas. Yogas dalam reka adegan tersebut ditulis KPK sebagai operator dari Ihsan Yunus. Digambarkan dalam rekonstruksi tersebut Harry dan Yogas bertemu tiga kali. Saat pertemuan di dalam mobil di Jalan Salemba pada Juni 2020, digambarkan terdapat uang sebesar Rp 1,53 miliar yang diberikan Harry pada Yogas. Sedangkan dalam pertemuan di Kantor PT Mandala Hamonangan Sude pada November 2020 digambarkan dua unit sepeda Brompton diberikan.

    Baca juga: KPK Diminta Telusuri Kode Bina Lingkungan dalam Kasus Bansos Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPnBM Nol Persen, Cara Mudah Hitung Harga Mobil Baru Honda Brio

    Harga baru berlaku setelah penerapan PPnBM Nol Persen mulai Senin, 1 Maret 2021. Diskon terhadap PPnBM ini berlaku pula untuk Honda Brio.