Media Cetak Berhenti Terbit, Menteri Yasonna: Kado Pahit Menjelang Hari Pers

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. PKKMB online. Senin 14/09/2020.

    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. PKKMB online. Senin 14/09/2020.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan sejumlah media cetak, seperti Suara Pembaruan, Koran Tempo, dan Indopos yang berhenti beroperasi menjadi kado pahit peringatan hari pers nasional. Khusus untuk Koran Tempo memutuskan hijrah ke medium digital. 

    "Berakhirnya masa terbit tiga media cetak itu merupakan kado pahit menjelang peringatan hari pers nasional 2021," kata Yasonna dalam diskusi seputar hari pers nasional, Senin, 8 Februari 2021.

    Yasonna menuturkan dalam satu dekade ini banyak media massa di Indonesia yang sudah tidak lagi beroperasi bukan karena dibredel. Tetapi, ujarnya, karena perkembangan teknologi dan terpaan pandemi Covid-19.

    Sebagian media cetak yang berhenti beroperasi, kata Yasonna, telah bermigrasi ke media digital. "Tetapi sebagian lagi ada yang benar-benar tutup dan hilang," ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Menurut Yasonna, bangkit dan terpuruknya media cetak dimulai dari Amerika dan Eropa. Dari kontinen itu lah media cetak bermula, namun dari sana juga perusahaan media cetak secara massal mengumumkan penutupan dirinya. Fenomena tersebut merambat ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

    Yasonna menyampaikan pers adalah esensi dunia demokrasi, bahkan menjadi pilar keempat selain trias politika. Sehingga, pers harus tetap hidup sebagai jaminan hidupnya demokrasi yang sehat di Indonesia.

    Berdasarkan strategi bisnis menghadapi ketatnya persaingan usaha dunia digital, Yasonna menyarankan agar pers (media cetak) melakukan integrasi media dalam sebuah platform baru. "Itu yang disebut konvergensi media," kata politikus PDIP itu.

    Baca juga: Majalah Tempo Sabet Adinegoro 2020 Lewat Liputan Jalan Pedang Dai Kampung

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.