Survei LSI: 53 Persen Responden Pengusaha Nilai Korupsi di Indonesia Meningkat

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi korupsi

    Ilustrasi korupsi

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Lembaga Survei Indonesia menyebut mayoritas pelaku usaha memberikan penilaian praktek korupsi di Indonesia mengalami kenaikan dalam dua tahun terakhir. Hal tersebut terungkap dari hasil survei LSI terbaru mengenai persepsi korupsi di kalangan pengusaha dan pemuka opini.

    Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan mengatakan hasil survei lembaganya menemukan ada 58,3 persen pelaku usaha menilai praktek korupsi di Indonesia meningkat. “Secara umum, bisa kita simpulkan bahwa baik pemuka opini maupun plaku usaha sama sama memandang tingkat korupsi terus meningkat, selama 2 tahun terakhir,” kata Djayadi dalam konferensi pers hasil survei secara daring, Ahad, 7 Februari 2021.

    Baca: Survei LSI: 63 Persen Responden Ragu Anggaran Pemulihan Covid-19 Tak Dikorupsi

    Djayadi melanjutkan dalam survei itu 25,2 persen pelaku usaha lainnya menilai praktek korupsi di Indonesia tidak mengalami perubahan. Sementara hanya 8,5 persen yang menilai kondisi korupsi di Indonesia menurun. Hasil survei di kalangan pengusaha ini, kata dia, senada dengan survei yang dilakukan kepada masyarakat umum. Dalam survei yang dilakukan LSI pada Desember 2020, masyarakat umum menilai praktek korupsi di Indonesia juga meningkat, yaitu 56 persen.

    ADVERTISEMENT

    LSI menyebut sebanyak 1.000 responden yang disurvei terkait korupsi. Mereka berasal para responden adalah pelaku usaha di Indonesia berdasarkan sensus ekonomi BPS 2016. Sampel diambil secara acak dengan kriteria pemilik usaha atau manajemen di perusahaan terpilih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.