Kasus Covid-19 per 7 Februari: DKI Naik Tajam, Jabar dan Jateng Turun Signifikan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas meminta surat swab PCR atau antigen pada penumpang kendaraan asal luar kota saat razia di kawasan Dago Atas, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 7 Februari 2021. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas meminta surat swab PCR atau antigen pada penumpang kendaraan asal luar kota saat razia di kawasan Dago Atas, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 7 Februari 2021. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Data Satgas Covid-19 menunjukkan jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air masih terus bertambah. Berdasarkan data pemerintah hingga Ahad 7 Februari 2021 pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan 10.827 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Total kumulatif kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 1.157.837.

    Berdasarkan data pada Ahad ini, kasus Covid-19 terbanyak ditemukan di DKI Jakarta dengan 4.213 kasus. Jumlah ini melonjak tajam dari hari sebelumnya 2.379 kasus.

    Penambahan kasus terbanyak kedua ditemukan di Jawa Barat, yakni 1.988 kasus, disusul Jawa Tengah 1.064 kasus. Namun, kasus di kedua provinsi ini turun cukup siginifikan dari hari sebelumnya. Per Sabtu, 6 Februari, kasus Covid-19 di Jawa Barat 3.971 kasus dan Jawa Tengah 1.601 kasus.

    Baca: Update Covid-19 7 Februari: Kasus Positif Tambah 10.827, Pasien Sembuh 10.806

    Adapun provinsi lain yang mencatatkan penurunan kasus yakni; Jawa Timur dari 745 menjadi 557 kasus. Lalu, Kalimantan Timur dari 607 menjadi
    501 kasus. Sulawesi Selatan dari 495 menjadi 272 kasus. DI Yogyakarta dari 217 menjadi 145 kasus. Sementara NTT meningkat dari 198 kasus menjadi 213 kasus. Bali dari 197 menjadi 381 kasus.

    Selain Jawa Barat dan Jawa Tengah yang mengalami penurunan kasus Covid-19, Nusa Tenggara Barat melaporkan nihil tambahan kasus pada hari ini. 

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?