Menparekraf: Pulihkan Ekonomi Indonesia dari Pulau Belitung

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno saat berkunjung dan berbelanja ke Toko Oleh-oleh Klapa di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Sabtu (6/02)

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno saat berkunjung dan berbelanja ke Toko Oleh-oleh Klapa di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Sabtu (6/02)

    INFO NASIONAL -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, berharap lebih banyak UMKM yang terwadahi seiring pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

    "Mudah-mudahan lebih banyak UMKM yang terwadahi, sehingga kita bisa memulihkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja seluas luasnya, serta memulihkan ekonomi Indonesia dan kita mulai dari Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)," kata Sandiaga saat berkunjung dan berbelanja ke Toko Oleh-oleh Klapa di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Sabtu, 6 Februari 2021.
     
    Pada kunjungannya, Menparekraf Sandiaga juga sempat berbincang dengan pemilik Toko Oleh-oleh Klapa, Pak Wui. Dari penuturan Pak Wui diketahui masa pandemi sangat berpengaruh terhadap omzetnya. Penurunannya sangat drastis antara 80 persen hingga 90 persen. Hal ini dipengaruhi oleh menurunnya kunjungan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara ke Pulau Belitung.
     
    Meskipun banyak UMKM terdampak pandemi Covid-19, tapi Sandiaga yakin produk ekonomi kreatif di Bangka Belitung bisa bangkit kembali. Menurutnya, produk UMKM memiliki kualitas yang baik dan bisa bersaing di pasaran.
     
    Terkait pemasaran, dirinya juga menjelaskan bahwa dari sisi digitalisasi memang sudah dikembangkan. Hanya saja angkanya belum mencukupi, sehingga hasilnya pun belum signifikan.
     
    "Inilah tantangan kita di tengah pandemi dan melambatnya ekonomi. Bagaimana usaha seperti Toko Oleh-oleh Klapa ini bisa bertransformasi, seiring dengan bangkitnya sektor pariwisata dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," ujarnya.
     
    Dengan bangkitnya dunia pariwisata, penerapan protokol kesehatan dengan penuh kedisiplinan merupakan hal yang mutlak dilakukan, baik bagi pelaku wisata, maupun masyarakat daerah tujuan wisata. Untuk itu, perlu kolaborasi berbagai pihak agar pariwisata bangkit, perekonomian juga bangkit. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.