Terpopuler Nasional: Rektor Paramadina Firmanzah Meninggal dan Polemik Demokrat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Firmanzah, Rektor Paramadina. Paramadina.ac.id

    Firmanzah, Rektor Paramadina. Paramadina.ac.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua berita nasional menjadi perhatian pembaca Tempo.Co mengawali akhir pekan ini. Berita pertama soal meninggalnya Rektor Universitas Paramadina Firmanzah. Kedua soal mantan relawan AHY-Sylvi di Pilkada Jakarta yang mendukung Moeldoko. Berikut rangkumannya.

    Rektor Paramadina Firmanzah Meninggal

    Rektor Universitas Paramadina Firmanzah meninggal pada Sabtu subuh, 6 Februari 2021. Dari pesan WhatsApp yang diperoleh Tempo, Firmanzah meninggal karena vertigo.

    "Innalillahiwainnailaihirajiun. Telah berpulang Prof. Firmanzah, PhD akibat vertigo tadi subuh. Mohon dimaafkan dan mohon doa bapak atau ibu sekalian. Semoga Almarhum khusnul khotimah."

    ADVERTISEMENT

    Kabar tersebut dibenarkan dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Rizal Halim. "Iya, mohon doanya," kata Rizal kepada Tempo. Rizal juga mengirimkan informasi pesan duka cita yang menyampaikan bahwa almarhum akan dimakamkan setelah salat zuhur.

    Lahir di Surabaya pada 7 Juli 1976, Firmanzah pernah menjabat sebagai dekat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada 2009-2013. Ia bisa dibilang menjadi dekan termuda di UI, saat itu usianya 32 tahun.

    Pada 15 Januari 2014, Firmanzah terpilih sebagai Rektor Universitas Paramadina 2014-2018. Ia menggantikan Anies Baswedan yang ditunjuk Presiden Joko Widodo menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Firmanzah juga pernah menjadi Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

    Baca juga: Profil Firmanzah, Sosok Intelektual Muda dari Tanah Surabaya

    Mantan Relawan AHY Dukung Moeldoko

    Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, enggan terlalu memikirkan langkah eks relawan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di masa Pilkada DKI Jakarta 2017, yang belakangan deklarasi dukungan untuk Moeldoko. Herzaky mengatakan langkah para eks relawan itu sudah tidak relevan.

    "Sudah sangat tidak relevan membawa-bawa nama relawan Agus-Sylvi di tahun 2016-2017 ke era sekarang. Bu Sylvi saja sudah menjadi anggota DPD RI. Kasihan nama beliau masih dicatut aja," kata Herzaky saat dihubungi Tempo, Sabtu, 6 Februari 2021.

    Herzaky mengatakan relawan yang mendukung AHY di 2017 sebagian besar sudah resmi dibubarkan sejak 15 Maret 2017. Sebagian dari mereka bergabung dengan organisasi sayap DPP Partai Demokrat, bahkan ada yang menjadi pengurus Partai Demokrat di berbagai tingkatan.

    "Nah, ini bawa-bawa relawan di masa lalu, memangnya selama ini ke mana saja? Masih berjuang bersama Partai Demokrat dan Mas AHY membantu rakyat yang sedang kesulitan?" kata Herzaky.

    Ia mengatakan beberapa waktu belakangan mendadak banyak yang mengaku cinta Demokrat, tapi selama ini tidak pernah kelihatan kontribusinya untuk Partai Demokrat.

    Herzaky pun mempersilahkan bila para eks relawan itu menyatakan dukungan bagi Moeldoko. Hal itu, kata dia, adalah hak setiap warga negara. "Tapi, pakai baju sendirilah. Jangan baju lama yang sudah tidak relevan lagi," kata dia.

    Bagi Herzaky, lebih baik jika para eks relawan itu mendukung Moeldoko yang merupakan Kepala Staf Presiden, untuk menunaikan tugasnya membantu Presiden Joko Widodo. Khususnya di tengah pandemi dan krisis ekonomi seperti saat ini.

    "Daripada sibuk melakukan gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa. Permufakatan jahat mendukung abuse of power itu namanya," kata Herzaky.

    Sebelumnya, diketahui Pemuda Agus Sylvi (PAS), relawan AHY pada saat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, mendadak menyatakan dukungannya pada Moeldoko kemarin. Mereka mengklaim tidak puas dengan kepemimpinan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dan ingin agar Moeldoko mengambil alih.

    Dua berita, masing-masing tentang meninggalnya Rektor Universitas Paramadina Firmanzah dan polemik Partai Demokrat masih menjadi perhatian pembaca memasuki Ahad ini.

    FRISKI RIANA | EGY ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.