Jaksa Agung Terima Nama Kejari yang Tak Pernah Tangani Kasus Korupsi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung ST Burhanuddin saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 26 Januari 2021. Rapat tersebut membahas penanganan kasus-kasus yang menarik perhatian publlik dan strategi peningkatan kualitas SDM, dan evaluasi kinerja Kejaksaan tahun 2020 serta rencana kerja Kejaksaan tahun 2021 beserta target dan capaian. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Jaksa Agung ST Burhanuddin saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 26 Januari 2021. Rapat tersebut membahas penanganan kasus-kasus yang menarik perhatian publlik dan strategi peningkatan kualitas SDM, dan evaluasi kinerja Kejaksaan tahun 2020 serta rencana kerja Kejaksaan tahun 2021 beserta target dan capaian. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaJaksa Agung Muda Pidana Khusus pada Kejaksaan Agung Ali Mukartono menyerahkan sejumlah nama Kepala Kejaksaan Negeri yang belum pernah menangani satu pun perkara tindak pidana korupsi dalam satu tahun terakhir. 

    Nama itu diserahkan kepada Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.  "Saya lupa berapa jumlahnya, tetapi semua sudah saya serahkan ke Jaksa Agung," ujar Ali saat dikonfirmasi pada Sabtu, 6 Februari 2021.

    Baca: Jaksa Agung Sebut Kerugian Asabri di Atas Jiwasraya

    Ali menyatakan hanya bertugas untuk mengumpulkan data para Kejaksaan Negeri yang tak pernah menangani perkara korupsi. Ali mengatakan Burhanuddin akan mengevaluasi dan memutasi mereka.

    ADVERTISEMENT

    Sebelumnya, dalam rapat kerja bersama Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Burhanuddin menyebut bahwa tak ada daerah yang bebas dari kasus korupsi.

    Menurut Burhanuddin, adalah hal yang terlihat aneh jika Kepala Kejaksaan Negeri di suatu daerah tidak menangani perkara dalam kurun waktu tertentu, sementara pihak kepolisian terus memiliki kasus yang ditangani.

    "Kalau dia (Kejari) tidak menangani perkara, kemudian mohon maaf disamping yang dilakukan Polisi, ada penanganan perkara, kami tidak. Berarti bodoh jaksanya. Itu yang kami tindak," ucap Jaksa Agung ST Burhanuddin pada 27 Januari 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.