Mabes Polri Buka Peluang Periksa Munarman Perihal Pengakuan Anggota JAD

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Umum FPI Munarman saat ditemui di kantor Dewan Pimpinan Pusat FPI, Petamburan, Jakarta Barat, pada Senin, 11 November 2019. Tempo/Adam Prireza

    Sekretaris Umum FPI Munarman saat ditemui di kantor Dewan Pimpinan Pusat FPI, Petamburan, Jakarta Barat, pada Senin, 11 November 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri membuka peluang memanggil mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman terkait dugaan keterlibatannya dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

    "Apabila kasus di Makassar ternyata melibatkan pemimpin FPI tentunya hal ini pun tidak menutup kemungkinan Densus 88 akan melakukan langkah-langkah penindakan sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono saat dikonfirmasi pada Sabtu, 6 Februari 2021.

    Rusdi memastikan bahwa siapa saja yang diduga memiliki keterlibatan dengan jaringan JAD, maka akan dihukum. "Siapapun dia, pasti akan dimintakan pertanggungjawaban hukumnya," kata dia.

    Baca juga: Disebut dalam Video Terduga Teroris, Munarman: Saya Enggak Kenal

    Nama eks Sekretaris FPI ini muncul dari dari pengakuan salah satu terduga teroris JAD asal Makassar. Dia mengaku berbaiat kepada Abu Bakar Al Baghdadi di hadapan Munarman selaku perwakilan FPI pusat. Dia menuturkan, taklim rutin FPI juga diikutinya sebanyak tiga kali. Dia pun berbaiat bersama 100 orang lainnya.

    Munarman pun membantah terlibat jairingan JAD. "Enggak kenal saya," ujar dia saat dihubungi Tempo pada 4 Februari 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.