Polemik Demokrat, Rachland: Tudingan Marzuki Alie Kepada Saya Salah Alamat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rachland Nashidik. Twitter/@RachlanNashidik

    Rachland Nashidik. Twitter/@RachlanNashidik

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Demokrat Rachland Nashidik membantah telah memfitnah Marzuki Alie soal dugaan keterlibatan mantan Sekretaris Jenderal Demokrat itu dalam gerakan pengambilalihan partai. Marzuki Alie sebelumnya merasa difitnah lantaran disebut terlibat dalam upaya pendongkelan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi ketua umum partai.

    "Tudingan Marzuki Alie bahwa saya memfitnah dirinya terlibat dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat salah alamat," kata Rachland dalam keterangannya, Jumat, 5 Februari 2021.

    Rachland mengatakan, nama Marzuki disebut secara eksplisit oleh kawan-kawannya, senior Partai Demokrat, dalam konferensi pers 2 Februari lalu. Mantan pengurus Partai Yus Sudarso menyebut ada empat faksi yang hendak menjadikan Moeldoko ketua umum Demokrat melalui kongres luar biasa, salah satunya faksi Marzuki Alie.

    Baca: Ini Kata Demokrat Soal Istana yang Ogah Balas Surat AHY

    Menurut Rachland, pernyataan itu mengonfirmasi temuan partai yang didapat dari penyelidikan dan kesaksian. "Saya harus meneruskan temuan itu demi memenuhi transparansi dan untuk mencegah fitnah dan prasangka pada kader lain dari dugaan keterlibatan," kata Rachland.

    Meski begitu, Rachland Nashidik berujar bakal mencatat keberatan Marzuki Alie dan menyampaikannya kepada pimpinan partai. "Namun saya mencatat dan menyampaikan kepada pimpinan partai keinginan Pak Marzuki agar orang-orang yang menyebut namanya itu perlu diberi sanksi," kata Rachland. Sebelumnya, Marzuki menyatakan bakal menghubungi mantan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar orang-orang yang memfitnahnya diberi sanksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.