Orient Riwu Kore Buka Suara soal Status Kewarganegaraannya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orient P Riwu Kore mencalonkan diri sebagai Bupati Sabu Raijua pada Pilkada 2020  bersama Thobias Uly, yang diusung oleh Partai Demokrat dan PDI Perjuangan. Facebook.com

    Orient P Riwu Kore mencalonkan diri sebagai Bupati Sabu Raijua pada Pilkada 2020 bersama Thobias Uly, yang diusung oleh Partai Demokrat dan PDI Perjuangan. Facebook.com

    TEMPO.CO, Kupang - Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore akhirnya buka suara soal polemik status kewarganegaraan yang viral, baik di media mainstream maupun media sosial.

    Dalam siaran persnya melalui video, Jumat, 5 Februari 2021, Orient
    menyampaikan permohonan maaf, karena berita tersebut menyedot perhatian dan energi berbagai kalangan, termasuk sejumlah lembaga negara.

    Orient mengaku hingga saat ini dirinya adalah WNI asli. la lahir di Kota Kupang dan bersekolah di Kupang, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Terakhir Ia menyelesaikan studi S-1 di Universitas Nusa Cendana.

    Baca: Harta Kekayaan Bupati Sabu Raijua Rp 33 M, Punya Tanah di Amerika Serikat

    Orient yang merupakan keturunan suku Sabu ini mengatakan ia sangat cinta Indonesia dan ingin kembali untuk mengabdi, khususnya di kampung nenek moyangnya, yakni Sabu Raijua. Sebagai bukti kecintaannya kepada NKRI, sampai saat ini ia masih memiliki KTP, NIK dan Kartu Keluarga.

    "Saya tidak pernah melepas status kewarganegaraan Indonesia. Walaupun saya bekerja di Amerika, masih terus bolak-balik ke Indonesia untuk lihat orang tua, keluarga dan saudara-saudara saya, baik di Kupang maupun di Sabu Raijua. Saya WNI yang sah karena NIK saya tercatat secara resmi di basis data kependudukan pada Ditjen Dukcapil," kata Orient.

    Dia mengakui dirinya memang pernah memiliki paspor Amerika saat bekerja di sana. Namun ketika kembali ke Indonesia untuk menjadi calon kepala daerah, ia sudah memproses pencabutan status WNA. "Jadi sebetulnya sudah berproses," ujarnya.

    Menurutnya, ada aturan di Imigrasi Amerika, jika seorang warga negara berproses menjadi pejabat publik, politik atau angkatan bersenjata di negara lain, maka secara otomatis kewarganegaraan Amerika-nya gugur.

    Orient mengatakan dirinya datang ke NTT untuk mengikuti Pilkada Sabu Raijua. la juga sudah mengikuti semua persyaratan yang ada dalam UU Pilkada, mulai dari dokumen kependudukan hingga mengikuti seluruh tahapan yang dilaksanakan penyelenggara pilkada.

    "Saya juga mengikuti proses partai politik dari tingkat daerah sampai tingkat pusat yang ditetapkan oleh DPP PDIP, Demokrat dan Gerindra sebagai calon. Semua tahapan Pilkada oleh KPU saya lewati," kata Orient.

    Polemik soal status kewarganegaraan Orient Riwu Kore muncul lantaran dia memiliki kewarganegaraan Amerika.


     

     

    Lihat Juga