Golkar Belum Putuskan Sikap soal Revisi UU Pemilu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. (ANTARA/Puspa Perwitasari)

    Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. (ANTARA/Puspa Perwitasari)

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Golkar belum memutuskan sikap terkait usulan revisi UU Pemilu dan memilih untuk menghimpun aspirasi dari berbagai kalangan termasuk internal partai.

    "Keputusan fraksi nanti ketua umum yang menyampaikan. Per hari ini RUU masih ada, tapi kita lihat perkembangannya besok atau lusa, politik itu kan dinamis," kata Wakil Ketua Umum Bidang Polhukam Partai Golkar Azis Syamsuddin di Padang, Jumat, 5 Februari 2021.

    Ia menyampaikan hal itu saat lokakarya Sosialisasi Undang-Undang Cipta Kerja dan penyerapan aspirasi UU Pemilu bersama DPD Golkar Sumbar.

    Baca: Gerindra Anggap Revisi UU Pemilu Bisa Ganggu Stabilitas Demokrasi

    Menurutnya posisi RUU pemilu saat ini tidak dalam pembahasan dan lebih cenderung pilkada akan dilaksanakan serentak pada 2024.

    Menurut Wakil Ketua DPR tersebut hingga saat ini UU Pemilu secara resmi prosesnya belum ditarik dan baru akan menuju ditarik.

    Ia menjelaskan jika revisi UU Pemilu disahkan maka akan ada pilkada di 2022, jika tidak disahkan maka pilkada di 2022 dan 2023 ditiadakan. "Konsekuensinya partai harus siap dengan dua kemungkinan tersebut, kita harus siap dengan kondisi apa pun," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.