Relawan AHY di Pilkada DKI Nyatakan Dukungan bagi Moeldoko

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko melambaikan tangan sebelum memberi keterangan pers di kediamannya kawasan Menteng, Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko melambaikan tangan sebelum memberi keterangan pers di kediamannya kawasan Menteng, Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Eks relawan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat Pilkada DKI Jakarta 2017 silam, Pemuda Agus Sylvi (PAS), mendadak menyatakan dukungannya pada Moeldoko untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Bahkan, PAS berencana mendeklarasikan dukungannya tersebut secara langsung.

    Wakil Ketua Relawan Pemuda Agus Sylvi, Fikrie Firdauzi, rencananya deklarasi akan dilakukan dalam waktu dekat.

    "Insya Allah dalam waktu dekat ini kita deklarasi dengan nama eks relawan Agus dan konstituen Partai Demokrat, sekaligus menyatakan diri kami tidak lagi memilih Partai Demokrat 2024 jika masih dipimpin Mas Agus," ujar Fikrie saat dihubungi Tempo, Jumat, 5 Februari 2021.

    Fikrie mengatakan keraguan terhadap AHY muncul setelah melihat perkembangan partai di Pilkada serentak akhir 2020 lalu. Demokrat, dinilai Fikrie, kalah jauh dan membuktikan AHY tidak mampu mengemban amanah sebagai ketua umum bagi partai sebesar Demokrat.

    ADVERTISEMENT

    Baca juga: Moeldoko Disebut Sudah Bentuk Posko Pemenangan KLB Demokrat

    "Kami tidak puas dengan kepemimpinan Mas Agus khususnya yang terlihat sangat eksklusif dan belum berpengalaman memegang partai sebesar demokrat," kata Fikrie.

    Adapun pemilihan nama Moeldoko sebagai pengganti AHY, disebut Fikrie sangat beralasan. Ia menilai Moeldoko memiliki kesungguhan hati dalam mengerjakan sesuatu dan sudah sangat matang.

    Meski begitu, Fikrie tak menjawab secara pasti kenapa nama Moeldoko yang notabene bukan dari struktural Partai Demokrat, bisa muncul dan ia dukung. "Jika di tangan Pak Moeldoko, Demokrat bisa lebih besar dan Indonesia lebih maju di tahun 2024 jika beliau jadi presiden," kata dia.

    Saat ini, Fikrie mengklaim relawan AHY dan konstituen lainnya dari Partai Demokrat telah menghubungi dia dan menyatakan siap ikut meninggalkan Demokrat jika AHY tetap bertahan. Konsolidasi pun ia sebut masih terus dilakukan.

    Sebelumnya, diketahui bahwa AHY telah menyatakan ada upaya kudeta terhadap kepemimpinannya di Partai Demokrat. Upaya pengambilalihan itu, disebutnya dilakukan oleh sejumlah orang dalam Demokrat, eks kader, hingga satu orang non kader. Belakangan, diungkap bahwa satu orang non kader yang ia tuding itu adalah Moeldoko.

    Moeldoko sendiri telah membantah tudingan ingin menggulingkan kepemimpinan AHY di Demokrat. Ia mengatakan hanya sempat bertemu dengan sejumlah pengurus partai dan dicurhati kondisi internal di partai tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.