Ini Alasan Istana Ogah Jawab Surat AHY Soal Kudeta Partai Demokrat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021. Menurut AHY, ajakan dan permintaan dukungan mengganti paksa dirinya dari jabatan Ketum Partai Demokrat dilakukan baik melalui telepon maupun pertemuan langsung dalam komunikasi. Tujuannya agar Demokrat menjadi kendaraan politik untuk maju sebagai calon presiden Pilpres 2024. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021. Menurut AHY, ajakan dan permintaan dukungan mengganti paksa dirinya dari jabatan Ketum Partai Demokrat dilakukan baik melalui telepon maupun pertemuan langsung dalam komunikasi. Tujuannya agar Demokrat menjadi kendaraan politik untuk maju sebagai calon presiden Pilpres 2024. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara, Pratikno mengakui mengatakan Istana tak akan menjawab surat dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    "Kami rasa, kami tidak perlu menjawab surat tersebut karena itu perihal dinamika internal partai. Itu adalah perihal rumah tanggal internal Partai yang semuanya sudah diatur di dalam AD/ART," ujar Pratikno pada Kamis, 4 Februari 2021.

    Sebelumnya, AHY mengaku mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo terkait adanya dugaan upaya pengambil alihan kepemimpinan partainya. Sebab, AHY menengarai ada keterlibatan orang dekat Jokowi dalam upaya kudeta tersebut.

    Baca juga: Jokowi Tak Tanggapi Surat AHY, Demokrat: Padahal Ini Berkaitan dengan Moeldoko

    Belakangan, sejumlah politikus Demokrat menyebut nama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. 

    Adapun Moeldoko sudah menampik segala tuduhan bakal mendongkel AHY sebagai Ketua Umum Demokrat. Menurut Moeldoko, urusan ini tidak ada hubungannya dengan Presiden Jokowi. "Moeldoko mau kudeta? Lah, kudeta, apanya dikudeta? Aku orang luar ini, enggak ada urusannya di dalam," tuturnya,.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.