Pandemi Covid, Menag Gus Yaqut Imbau Perayaan Imlek Dilakukan Secara Sederhana

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan pemaparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 18 Januari 2021. Ini merupakan rapat kerja bersama DPR yang pertama bagi Yaqut Cholil sejak diangkat menjadi menteri agama. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan pemaparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 18 Januari 2021. Ini merupakan rapat kerja bersama DPR yang pertama bagi Yaqut Cholil sejak diangkat menjadi menteri agama. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau agar perayaan ibadah Imlek yang akan dilakukan umat Konghucu pada 12 Februari 2021 mendatang, dilaksanakan secara sederhana. Hal ini tak terlepas dari situasi pandemi Covid-19 yang saat ini masih menyerang Indonesia.

    "Indonesia dan dunia sedang mengalami pandemi Covid-19. Saya kira Umat Konghucu juga harus mawas diri, bahwa perayaan Imlek bisa dirayakan dengan cara yang sederhana," kata Gus Yaqut, dalam konferensi pers daring, Kamis, 4 Februari 2021.

    Gus Yaqut mengaku paham bahwa Imlek bagi Umat Konghucu bukan semata perayaan pergantian tahun, tapi lebih juga sebagai hari raya keagamaan. Imlek dirayakan sebagai rasa syukur terhadap apa yang telah Umat Konghucu lewati, dan bentuk doa untuk apa yang mereka akan lewati di tahun selanjutnya.

    Baca: Perayaan Imlek Saat Pandemi Covid-19, Menkes Budi Gunadi: Angpao Ditransfer Saja

    ADVERTISEMENT

    Umumnya, perayaan Imlek selalu identik dengan berbagai budayanya, seperti tari barongsai hingga angpao. Namun Gus Yaqut mengimbau agar di tahun ini, kegiatan-kegiatan perayaan dilakukan dengan lebih memperhatikan protokol kesehatan.

    "Saya sudah berkomunikasi dengan tokoh-tokoh agama Konghucu dan tokoh-tokoh Tionghoa terkait pelaksanaan Imlek tahun ini agar dilaksanakan secara sederhana, dilaksanakan melalui virtual, dan saya kira itu tidak akan mengurangi makna dari perayaan imlek ini," kata Gus Yaqut.

    Ia pun mengajak Umat Konghucu agar di perayaan Imlek ini, dijadikan momentum untuk melakukan refleksi diri dan memperbarui diri menjadi insan manusia lebih baik. Selain itu, Gus Yaqut juga mengajak pada Umat Konghucu yang akan merayakan ibadah imlek agar berdoa supaya bangsa Indonesia dan umat manusia terbebas dari Pandemi Covid. "Mari kita kembalikan ajaran-ajaran Tian, kita maknai ajaran-ajaran Tian bahwa agama diturunkan untuk memuliakan sesama manusia, untuk melindungi sesama manusia, dan kebaikan-kebaikan lainnya," kata Gus Yaqut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.