Polisi: Zaim Saidi Dirikan Pasar Muamalah Depok untuk Ikuti Tradisi Zaman Nabi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Pasar Muamalah di Depok. Twitter/@ZaimSaidi

    Suasana Pasar Muamalah di Depok. Twitter/@ZaimSaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Mabes Polri menyebut Pasar Muamalah di Depok yang bertransaksi dengan mata uang Dinar dan Dirham berdiri sejak 2014. Motivasi pembentukan pasar itu adalah ingin mengikuti tradisi pasar di jaman Nabi.

    "Dibentuk oleh tersangka ZS (Zaim Saidi) untuk komunitas masyarakat yang ingin berdagang dengan aturan yang mengikuti tradisi pasar di zaman nabi," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers daring, Rabu, 3 Februari 2021.

    Baca juga: Penggerak Pasar Muamalah Depok: Transaksi di Sini Tak Bertentangan dengan Hukum

    Ramadhan mengatakan sejumlah aturan di pasar itu di antaranya pungutan sewa tempat dan transaksi pembayaran jual dan beli menggunakan mata uang Dinar dan Dirham.

    ADVERTISEMENT

    Pasar buka dua pekan sekali, jam 10.00 sampai 12.00. Pasar berlokasi di lahan milik Zaim Saidi. Di pasar itu ada 10 sampai 15 pedagang. Barang yang dijual di antaranya sembako, makanan, minuman dan pakaian.

    Zaim Saidi menentukan harga beli koin Dinar dan Dirham di Pasar Muamalah sesuai harga dari PT Antam, ditambah 2,5 persen sebagai margin keuntungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.